Jumat, 25 Desember 2015

menampar muka sendiri

pernah menampar diri sendiri?
barusan aku mencobanya.

pertama menampar ringan
peek.
kedua lebih keras
peeeeekkkk
ketiga lebih keraass lagiii
cpleeekkkkk
keempat paling keraaassssss
pluuaaaaaaeeeekkkkkk
kelima (biar ganjil, sunnah) level KDRT
wuaaaaddduuuuuuhhhhhhhhh janc**********

Beda ya ditampar oleh orang lain dengan ditampar oleh diri sendiri. Kalo ditampar orang lain pasti sakit ya? Sakitnya tu di sini (di pipi) sama sakitnya tuh di sini (nunjuk hati). Sebenere saya gak tahu rasa, wong belum pernah. Dan semoga tidak akan pernah. hehehe. Kalo menampar diri sendiri sih kesannya lebih membangunkan diri. Biar bangun dari ngantuk. Biar melek

Bangun berati sadar. Melak itu juga sadar. kenapa harus bangun? Karena masa depan gak bisa kamu raih dengan tidur. Tidur dalam kemunafikan, kemalasan, kealayan, kehedonan, kemaksiatan, dan ke-yang berdosa lainnya.

bangun brooo manas yang gantengnya dipending sama Allah buat di Surga besok.

*agak serius

Kalo temen-temen sering kepo sosmed saya, mungkin pernah ya saya posting ini

"Pohon plastik di rumah saya mati karena saya tidak berpura-pura menyiramnya"

Kalimat tersebut saya kutip dari tulisannya Pak Rhenald Kasali, begitu menampar saya. Membuat melek. Memaksa saya untuk bergegas untuk bangun teru ngolet sejenak dan berpikir. Berpikir serius.

Ibaratkan begini, kamu pengen punya pohon dan pengen sekali berkegiatan merawatnya seperti menyiram memberi pupuk.Tapi kondisimu sekarang tidak akan memungkinkanmu untuk memiliki pohon tersebet. Dan saking ngebetnya dan kepengennya akhirnya kamu memaksakan diri untuk membeli pohon plastik yang murah. Sok-sokan punya ceritanya. Biar terlihat lebih meyakinkan akhirnya kamu menyiramnya layaknya pohon betulan. Dan dibebarapa kesempatan kamu akan mengandai-andai bahwa pohonmu mati karena kamu lupa menyram dsb. Terus baper begitulah.

Remaja kekinian.sering kali terjebak dengan kepura-puraan. Lha wong belum bisa apa-apa kok sok bisa. Belum kaya kok pengn beli macam-macam. Belum berkarya untuk lingkungan sekitar kok mau berkarya buat negara. Cobalah tengok dirimu generasi wacana.
http://www.jawapos.com/read/2015/10/19/7550/generasi-wacana/1

Kembali saya menampar diri ini dengan segala wacana yang ada yang katanya mimpinya pengen jadi Bupati Magelang tapi mana perjuangannya. Malah sekarang sedang curhat di blog nulis yang gak ada progresnya dan nantinya bakal memfosil menjadi tulisan yang percuma. Lihat lah kawan-kawanmu di magelang sudah bergerak semua. LHA KOEN LAPO AE LEE?? KULAIHMU LEE.. AMANAHMU LEE

Ya benar banyak harapan kita kalo kita tidak serius dan mengejarnya dengan cerdas maka harapan kita akan menjadi kosong kan ya?
Contohnya saya punya mimpi ditahun 2015 kemaren punya tabungan haji. Setidaknya dengan uang beasiswa yang didapat perbulan 100rb bisa lah untuk menabung. Tapi ya cuma jadi wacana saja. Gak berhemat. Jajan banyak. Boros. Dan sampek detik inipun tak tercapai. Akhirnya ya pohon plastik mati. Emang pohon plastik bisa mati?

Saya ada solusi sih, tapi hawanya masih kurang ngeh. Masih kurang untuk bangkit. Harus di AYO AYO AYO dulu sama kawan-kawan. Harus disemangati lagi. Harus nyari motivasi lagi untuk bangkit. Bulan lalu Alhamdulillah sekali sama Allah dikasih kesempatan bertemu Ricky Elson. (gak tahu? cari sendiri ya). Dengan kerendahan hati beliau dengan kemampuan yang dimilikinya dia bangun Indonesia ini dengan kemampuannya. Dengan cintanya. Walau tersendat dengan Mobil listriknya ia tetap berkarya dan mengabdikan diri langsung di beberapa daerah terpencil yang belum ada listrik. Walaupun dicaci sana sini lah tapi karena cintanya yang besar kepada Indonesia sehingga ada sebuah daerah bisa mendapatkan listrik dari karyanya.

Ada dua kunci yang bisa kita jadikan titik balik. NIAT dan CINTA.

“Innamal A’malu Binniat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa. Famankana Hijratuhu illallah Wa Rasulihi Fahijratuhu Illallah Wa Rasulihi. Wa Mankanat Hijratuhu liddunya Yushibuha Au Imraatu Yankikhuha Fahijratuhu Ila ma Hajara Ilaihi”
(Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai dengan niat dan segala perkara itu tergantung apa yang diniatkan. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan rasulNya Maka hijrahnya untuk Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa hijrahnya karena urusan dunia atau wanita untuk dinikahi maka hijrahnya untuk apa yang telah dihijrahinya tersebut)
maka perbaiki niat bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini semata-mata untuk Allah.
BISMILLAH MANTAPKAN DIRI MARI BERUBAH. JANGAN JADI GENERASI WACANA.

KALO MULAI NGANTUK MARI MENAMPAR DIRI





Minggu, 13 Desember 2015

Aku dan Motorku Si Bleduk


                Ini adalah kisah ku dan motorku. Ya sesuai judulnya hehehe. Motorku honda blade. Ya bladuk merupakan plesedan dari blade itu sendiri. Filosofi lainya ialah karena motor ini sangat sering berdebu. Bleduk dalam bahasa jawa artinya berdebu. Maka cocoklah bleduk ini disematkan kepada motorku ini. Dan kalian tahu, aku sangat suka dengan motor ini. Sudah seperti sahabat sendiri. Walaupun benda mati, aku mencintainya. Dan aku merasakan cinta si bladuk dari performanya yang selalu ciamik dan juga menemaniku kemana saja dalam suka maupun duka. Bahkan hingga detik ini.
                Awal pertemuan kami, ketika itu mendekati ulang tahunku yang ke 16 tahun. Sekitar semester genap waktu kelas 10. Ya sengaja dibelikan oleh orang tua agar mobilitas ku mudah. Jogja-magelang. Kala itu sudah punya SIM sih, karena nembak. Eheheh cie nembak. Ketika itu hari sabtu lupa tanggalnya pokoknya hari senin itu ulang tahunku. Nah hari sabtu (sebelum senin) setelah pulang sekolah aku disuruh pulang ke Magelang oleh ibuku. Maka setelah eksul pramuka aku langsung cabut bersama kawan-kawan yang juga dari berasal dari Magelang. Rombongan deh ceritanya.
Sampai dirumah sekitar bada isya aku sampai rumah orang tuaku di Muntilan, Magelang. Kumasukan motor supra fit yang dulu kupakai sebelum bersama si Bladuk ini.Dan Aku melihat sosok motor dengan bentuk yang keren. Warnanya merah dengan No POL AA 6853 VK. Honda blade 110cc keluaran 2009. Akupun tanya ke ibuku, “motore sinten niki buk?” (padahal tanyanya pake bahasa jawa ngoko atau bahasa jawa yang biasa bukan krama halus, biar kelihatan anak sholeh). Aku berharap motor ini punya keluarga saya, lumayanlah bentuknya kece heheheh. Ibuk menjawab “nggone tetangga le”. Oalah kirain, ya sudah deh. Akhirnya aku makan trus tidur.
Hari minggu kulewati seperti anak kecil. Nonton kartun. Nglontang nglantung dirumah bak pengangguran yang bingung mau mengerjakan apa. Siang pun berlalu, aku mandi dan bersiap untuk ke Jogja merantau lagi untuk ngilmu. Sorepun datang aku siap untuk pergi. Pamit ke ibuk dan bapak. Terus dikasihkan kunci dengan bentuk yang berbeda. Bukan kunci supra fit. Tapi kunci Honda yang baru dan juga STNK blade. Terkejut iya lah. Seneng lah. Tapi ya biar tetep stay cool aku mencoba biasa aja. Sambil senyum-senyum dikit gitu hehehe. TERIMA KASIH BABE IBUK. Akupun cus ke jogja dengan NEW STYLE.
Hari-hari kulewati dengan si bladuk yang masih orisinil. Kupakai untuk jalan-jalan mengelilingi jogja, ketika aktif di PMI kota dan juga di Pramuka Saka Bahari kota Jogja. Bladuk mengantarku sehingga aku hapal betul seluk beluk kota jogja. Walaupun 110 cc aku pikir motor ini terhitung cepat dan lincah. Cocok bgt deh dengan bentuk tubuh saya yang kurus waktu itu. namanya juga jodoh.
Si Bladuk mulai berubah ketika teman-teman di aliyah mulai terjangkit virus touring. Penyebabnya satu teman kami, Khanif Novianto. Gara-gara dia aku juga tertarik di dunia per-touringan hingga modif motor. Aawalnya ya ngganti lampu, masang klakson, masang box yang biasa disebut orang awam krombong makanan, masang stiker pernak-pernik, hingga membedel knalpot agar suaranya keras. Brum brum brum. Hehehe. Teman-teman pun juga melakukan sama tapi ya mereka lebih modal. Aku sering diberi oleh teman yang bekas trus kupakai. Seperti jaket touring aku dapat dari hanif, box dari mas sunar kudapat dengan harga yang sangat miring, klakson dari rully dan barang-barang lainnya. Pun berlanjut kami membuat club touring di sekolah. Juga gabung klub touring di Jogja sesuai jenis motor masng-masing.
Pernah kala itu ketika kami kelas 2 kami touring sampai kediri, silaturahmi ke Pare tempat Les bahasa Inggris kami dulu. Waktu itu kakak kelas kami sedang UN jadi kami dan kelas 10 libur. Nah malam senin tiba-tiba hanip sms ke aku nyletuk pengen ke kediri. Aku iyakan deh. Akhirnya ngajak rully dan hasan untuk ikut. Malamnya aku izin bapak dan dibolehkan hehehe (ceritanya mekso sih mbujuk rayu). Malam itu pun diputuskan kami berempat berangkat kekediri. Ndadak banget, tapi justru itu yang seru. Paginya kami kumpul di sekolah. Persiapan beli ini itu, mempelajari peta, persiapan snek dan berdoa. Sebelunya sih kita udah touring kecil-kecilan dari gunung kidul hingga kebumen. Jadinya sudah lumayan biasa.
Jam 9 kami berangkat. Perjalanan sampai klaten cukup lancar tapi ternyata skrup platku ternyata kendor akhirnya kami merapat untuk memperbaiki. Baru awal ada halangan. Tapi lanjuttt. Sampai solo kami cukup dibingungkan dengan banyak jalan yang searah. Bahkan kami hampir salah jalan dimana jalan itu menuju karang anyar. Ya akhirnya tanya deh. Gak lucukan touring kesasar hehehe. Sampai seragen jam 11 kami ke rumah rekan kami di aliyah, Triana nur Baity namanya. Rumahnya di Gemolong sragen. Rumahnya di pinggir masjid. Akhirnya kami mampir untuk istirahat dan silaturahmi sekaligus minta sangu jajan hehehe. Jam 11.30an kami berangkat lagi. Setelah Sragentina terklihat gapura Selamat datang di Jawa Timur. Kamipun tambah semangat dan memacu gas motor lebih kencang. Sampai dingawi suasanna lumayan sejuk. Pohon dikanan kiri namun bisa sangat cepat. Sering kami di salip bisa yang ugal-ugalan. Rasanya ingin sekali “mbandem bis itu”. tapi tak tega da kami melanjutkan perjalanan lebih berhati-hati. Setelah jembatan kertosono. Kami belok kanan dan menuruti plang kediri ke kanan. Kami pun makin bergairah dan semakin kencang. Singkat cerita kami tiba di Pare pukul 3.
Sampai disana kami langsung menuju tempat les-lesan FEE Center bertemu dengan tentor kami dulu langsung di jamu luar biasa enak. Menyingkat cerita lagi kami ditawari menginap amun teman kami rully ada urusan maka jam 21.00 kami pulang ke Jogja.
Perjalanan malam lebih kencang karena jalan lumayan sepi. Klakson kami sering bunyikan untuk membuka jalan. Dengan pernak pernik touring serta rompi yang menyala membuat perjalanan lancar. Kecuali dengan bis. Sampai di ngawi ternyata rantai saya putus sekitar pukul 1.20 dini hari. Dan untungnya hanip membawa tali pramuka di box-nya. Kemudian ditarklah motorku. 110 meter kemudian ada bengel. Rantai di sambung kembali dan gassss. Insiden selanjutnya hasan kehabisan bensin karena indikator penunjuk bensin eror. Kembali kami muter2 nyari rumah yang jualan bensin. Kami mengetuk pintu pada dini hari mengganggu orang tidur heheh. Tapi tidak apa rejeki yang jualan bensin.
Menyingkat cerita kembali hujan mendera kami. Bahkan sampai prambanan kami nyupir dengan posisi tertidur. Lumayan jauh tidur sambil moorannya dan untungnya sepi. Sampailah kami di masjid sekolah pukul 03.00. dan kami tertidur di masjid sekolah.
Begitulah nasib si bleduk. Telah melewati perjalanan luar biasa dengan ku. Menambah ke-intiman kami. Sekarang kami berada di Surabaya. Sering aku pulang menaiki dia. Tak jarang pula kutinggalkan dia di surabaya.
Dulu saat zamannya teledor, kunci motor sampe nduplikat 7 kali. Pernah juga jatuh 2 kali. Ban sobek 1 kali. Namun bladuk tidak pernah mengeluh dengan kondisinya. Dia selalu berperforma luarbiasa. Heran saja motor 110 cc minim modifan tapi ya larinya kencang juga.
Namun kuliah ini aku jarang bersama bladukku ini. Karena aku sering ngontel kalo kuliah. Mungkin jika ada takziah atau main bareng temen sampe luar kota barulah budaallll. Inilah aku dan motorku dengan sejuta cerita cinta kami. Gak tahu kenapa dia betah dengan ku jarang rewel walaupun servise sering telat hehehehe.
Allahdulillah terima kasih Tuhan atas rezekimu mempertemukanku dengan motorku ini. Semoga sampai aku mati motor itu tetap bisa menyala dan brum brum brum kelilng jawa.

Thx bleduk atas beribu-ribu kilometernya.

Sabtu, 05 Desember 2015

temanku dunia mayaku

Hari ini 5 Desember 2015.

Malam minggu

Aku merasa kesepian

Sudah hampir 6 bulan aku tidak balik ke kampung halamanku.

Tempat dimana kamu tak akan kesepian, karena semua nyata.

Sementara disini aku punya teman.

Tapi teman tidak nyata.

Di Line aku punya teman sekitar 670 dan 30an grup.

Tapi tidak ada yang bersama disampingku sekarang

Di WA aku punya banyak grup yang tentu lebih aktif.

Mungkin sekitar 100 orang. Tapi tidak ada yang aku bisa ajak pergi hang-out

Di facebook aku hampir punya teman 4000.

Tapi tak ada satupun yang akan memahami maksud status bila aku tulis “sendiri”

Mungkin mereka akan nge-like saja

Aku kembali bertanya aku hidup di dunia apa ini?

Dunia nyata tapi tak semuanya benar nyata.

Kebahagiaanpun bebas di share dan apresiasi Cuma sebatas jempol.

Dan apakah kangenmu kepada seorang akan hilang dengan kamu hanya lihat profilnya atau chat?

Kalian tahan dengan semua ini?


Aku tidak

Senin, 23 November 2015

BERUBAH NOL DERAJAT

Sudah 3 bulan ini aku agaknya aku merasa terjadi kemerosotan yang luar biasa dalam hidup sekarang ini. Izinkan sedikit beralay, bahkan aku tak layak disebut manusia. Kenapa? Bayangkan saja sebuah palu. Tugasnya adalah memukul paku. Tapi bilamana ia digunakan untuk lainnya dan yang tidak semestinya, misal untuk memukul manusia, jatuhnya akan menjadi kejahatan. Maka nilau palu tersebut akan menjadi alat kejahatan, bukan palu. Perspektif sekali.

Sama seperti diri ini, sepertinya hidup ini sudah mulai melenceng. Siudah keluar dari zonakebenaran sejati. Menuju sesat. Manusia sholeh pun tak lagi di depan mata. Banyak sekali dosa-dosa yang menjadikan hidup ini begitu sulit, begitu peli. Sedih selalu menghantui Gundah gulana selalu mengganggu hati. Galau rasanya. Futur handang. Putus asa terhadap masa depan. Takut. Merasakan hati ini behitu tidak enak. Hidup sangat tidak nikmat.

Hati yang tak beres berati semua tak beres. YAPS. HIDUPKU KACAU MAXIMAL.
Aku merasa dihambat banyak hal. Langkahku sepertinya diganggu oleh dosa-dosa. Ibadahku dikaburkan oleh hutang, rasa dengki, iri hati, sombong, takafur. Semangatku diganjal oleh kemalaman. Hingga setan yang terkutuk mencoba menghalangi diriku dari Engkau Ya Allah.
Padahal saat SMP sampai Aliyah (SMA) hidupku begitu istimewa dan aku sangat menikmatinya. Aku bahkan merasa terlahir sebagai manusia pilihan. Hidupku begitu sempurna dan mimpi-mimpiku semua tercapai. Aku bisa menjadi petinggi organisasi tingkat daerah, bisa mengikuti kegiatan nasional bahkan sampai pergi ke tapal batas NKRI, punya grup nasyid acapella dan manggung dimana-mana, juga paling penting adalah masuk ke jurusan dan institut yang sangat aku inginkan.

Namun benarlah pepatah yang dulu tak kupercayai. Hidup ini seperti roda, kadang di atas dan kadang di bawah. Mungkin hidupku sedang di bawah terkena tai kucing pula plus banya boco terkena paku payung. Mungkin juga seperti gelombang dimana posisiku di bawah garis X yaitu minus.
Kenapa bisa begitu. Bismillah akan ku analisa dan uraikan dosa-dosa yang menyebabkan hidupku kacau seperti ini
1.      1.  Hutang
Kuceriatakan padamu sejak masuk dunia kuliah, aku mulai terbelit dengan hutang. Hutang sedikit, hutang sedikit, hutang sedikit hutang sedikit dan lagi hutang sedikit hingga menjadi bukit. Aku terilit hutang besar. Untuk seorang diriku dan dengan kondisi ekonomi redah, hutangku terhitung sangat besar dan tak wajar. Tentu kalian paham sekali masalah perhutangan dari sudut pandang Islam. Silakan didalami sendiri. Yang jelas menakutkan. JANGAN BERHUTANG dan SEGERA BAYAR HUTANG.
2.      2.  Maksiat
Ini aib terbesarku. Aku tidak akan menyembunyikannya bahwa aku juga pernah melihat hal-halnya tidak senonoh bahkan bersifat porno. Terutama terjadi saat kondisi down, motivasi sedang low. Ricky Elson (pelopor mobil listrik nasional) berkata dalam kuliah tamu yang saya ikuti. Ketika motivasi turun, maka moralitas juga akan menurun. Yaps benar mataku jelalatan. Tiap kali membahas ini, aku merasa paling berdosa kepada Almarhum Ayahku.
3.       3. Malas
Semua orang mengalaminya. Malas terjadi saat kondisi begitu tak mendukung. Banyak faktor surut. Dimana moodnya sedang tidak bagus, kesehatan mungkin terganggu, dan motivasi sedang down. Smua orang mengalami ini, jadi aku tak merasa sendirian. Tapi malasku ini malas yang parah. Sering menyepelekan. Akhirnya jika sudah mentok, pasrah dengan apa yang akan terjadi. “ah sudahlah”. “biarlah”. Apalagi menyangkut tugas kuliah. Malas ini membuatku mengulang sebuah mata kuliah yang isinya tugas besar (satu tugas dikerjakan satu semester) sebanyak 3 kali. Mungkin besok akan mengulang 4 kali karena malas ini. Itu bisa ditolelir lah. Maklum. Tapi bagaimana jika malas ibadah? Kadang saat di masjid kampus atau saat keramaian gitu bisa saja ibadahnya jadi bagus, jadi rajin gitu. Tapi pas dikontrakan pas sepi kok malas yaw. Itu bahaya banget kan. Tentu kalian paham deh tentang dalil-dalilnya. Kini aku mulai malu
4.      4.  Boros
Soal masalah makan, aku bis saja menghamburkn uang. Tujuh puluh ribu bisa saja habis dalam 2 hari Cuma karena makan. Nafsulah akhirnya yang harus ditinjau. Nafsu tak terkendali hasilnya akan merugikan. Jadi boros dan itu rugi besar. Sedekah jadi tidak lancar, bayar hutang tertunda dan masa depan suram.
5.       5. Lamban
Inilah yang diajarkan Ayahku. Gerak cepat, sat set sat set. Semasa kami masih sering bersama dalam satu atap –mungkin dari kecil sampai smp- beliau mengajarkan untuk peka untuk gercep untuk kerjakan detik itu juga untu tepat waktu, ontime, adzan segera sholat, lihat sampah segera dibuang, lihat tempat sampah penuh segera buang, lihat baju kotor berserakan segera pungut taruh dicucian, lihat cucian menumpuk segera di cuci, bayar ini itu segera di bayar. Tapi aku tak mengamalkannya. Baru ngeh banget efeknya setelah kehilangan beliau. Sekarang semua tanggungan yang ditunda-tunda itu beranak pinak.
6.       6. IRI HATI
Saya gak mau cerita ini, malu

Itulah analisa dosa-dosa yang membuat hidup ini kacau. Mungkin masih banyak lagi. Kalu memang dalam sudut pandang islam memang sangat menghambat kelancaran hidup manusia terutama dalam mengabdi kepada Tuhan. Aku tahu itu, aku paham sekali karena sudah kudalami. Yang sulit itu mengamalkannya. Aku bisa saja berhenti menulis ini pada kalimat ini saja. Tapi itu tak akan merubah apa-apa. Mungkin aku akan menulis perubahan apa saja yang akan aku lakukan. Tapi kalau tilisan ini tak ku amalkan buat apa aku menulis ini. Hanya buang-buang waktu saja. “tulisan tetap saja tulisan”

Maka akan ku hidupkan tulisanku ini. BAIKLAH, detik ini aku akan berubah, akan ku songsong masa depan dengan semangat. Akan kutantang ujian dengan usaha. Kalu jatuh bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lag jatuh lagi bangkit lagi. Akan kulakukan perubahan besar. Perubahan yang hakiki dan kembali menjadi manusia sejati. Tentu tujuanku adalah berubah sejauh 180 derajat untuk menjadi manusia sholeh yang semestinya. Dan akan lenjut sejauh 360 derajat untuk kembai bahwa diri ini adalah makhluk biasa , manusia yang rendah. Hamba yang nol tak berdaya. Agar selalu memuja Allah SWT.

Maka saksikanlah inilah perubahan keculku. Perubahan yang akan mewakili tiap derajat menuju 180 derajat dan 360 derajat.
1.       1. Perbaiki hubungan dengan Allah SWT
Simpel saja. Melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Beribadah dengan sungguh. Wajib yang kokoh. Perbanyak sunnah. Ikhlas terhadap ujian, bersyukur dengan karunia, sabar terhadap cobaan. Dan berdoa khusyuk kepada-Nya. Revolusi Iman.
2.      2.  Perbaiki hubungan dengan Makhluk Allah
Mulanya keluarga dahulu, sering tanya kabar ibuk dan adek dirumah. Menyiapkan kepulangan agar bisa silaturahmi di rumah. Kemudian dengan saudara-saudara. Datangi rumahnya agar banyak doa. Hehe. Kemuadian dengan semua temanku. Apabila kalian membaca ini tolong ya maafkan diriku ini. Ya seperti inilah Manas Zulfikar. Tolong maklumi ya. Kita sama-sama mendoakan ya agar kelak kita sukses bareng. Terima kasih telah mau menjadi temanku melengkapi hidupku kawan. Insyaallah aku akan lebih ramah, bersahaja seperti yang telah dipaparkan di dasa darma pramuka. Dengan guru-guru dan dosen-dosen agar selalu diberi kesehatan dan keselamatan.
3.      3.  Beresin kamar dan kontrakan
Maklum saja yah jika kamar cowok itu kotor dan kemproh. Tapi tidak mulai sekarang. Kamar baik akan menghasilkan pikiran dan karakter yang baik
4.       4. Susun perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
Buat sebuar perenungan kecil kalau mampu tulis deh tiap kegiatan yang akan, sedang dan telah dilakukan sehingga meminimalisir kesalahan gitu.
5.       5. Rangkai kembali puzle mimpi
Puzle mimpimu berantakan. Rangkailah lagi dan gapai mimpi itu yang telah kamu buat dan sempat teracak kadul dengan penghambat-penghambat itu. railah kembali.
MEMBANGUN KABUPATEN MAGELANG :D

Maka dengan teori S=W/F dimana perpindahan itu usaha dibagi dengan gaya,. Maka perbesarlah usaha dan jangan banyak bergaya. Karena Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali mereka merubahnya sendiri. Dan inilah kata mutiaraku sebagai perinsip hidup “Tidak ada yang tidak bisa, yang ada hanya tidak mau”.

Surabaya 23 November 2015
15.00 di Sekretariat KSE ITS

Yang mau berubah
MANAS ZULFIKAR

Untuk Allah, Ayah dan Hidup ini

Cuplikan dari Anime One Punch Man, kata-kata dari saitama sensi. dia berubah menjadi paling kuat karena usahanya



Minggu, 01 November 2015

AKU ADA



Sedang dalam mode low motivasi, tidak ngeh terhadap sekitar. Malas kian meradang. Gundah gulana.

Sedang mencari alasan kenapa hidup ini agaknya lebih sulit dari pada yang dibayangkan. kenapa kita harus menjalani rintangan hidup ini. Kenapa kita harus belajar. Kenapa juga harus IQRO.

LIHATLAH VIDEO DI ATAS.

Motivasi yang dicari bukan disangkut-sangkutkan dengan orang tua, atau teman atau mimpi. Tapi tentang atittude. Sepertinya sdang tidak ngeh dengan motivasi gituan. Mungkinkah hati ini sedang keras. Semoga tidak.

Berikut saya sampaikan bahwa saya sekarang tahu alasan saya kenapa saya harus NIAT dalam berhidup dan menghamba kepadanya.
Ketika beok kita bukan berjuang untuk diri kita.
Ketika Negara ini butuh manusia pejuang.
Manusia yang berjuang agar bermanfaat bagi orang lain
Seperti yang diperintahkan oleh Yang Maha Besar Allah SWT.
dan yang dicontohkan oleh sang idola Nabi Muhammad SAW.

Semoga kita bisa lebih baik dari orang tua kita.

Sabtu, 24 Oktober 2015

SOSMED ASIK UGA

Malam ini di surabaya dingin sekali, (ya iyalah orang di ruang ber-ac). Padahal ini malam minggu. Apalagi di kampus lagi ada konser ceritanya, bintang tamunya Samy Simorangkir, eks Kerispatih. Lengkap noh yang Malmingnya.. heheheh

Tapi tak untuk diri GUA. Ya masih berjibaku dengan amanah dan tugas yang (ahsudahlah).ITU

Galau galau jenuh jenuh, mbuka hape notif apalah, grup grup sik bejibun gak karuan. mbuletake urip. ITU ITU saja yang ada dalam hidup ini dipenuhi dengan retorika sosial media. Tentu sering saya berpikir bahwa ya ini adalah hal yang sangat merugikan ya. Sosial media membuat orang lebih gimana gitu, ya menjauhkan yang dekat. Ngobrol langsung jarang. Ya gimana gitu. menyebalkan saja.

Tapi tak untuk MALAM INI. seperti tulisan yang dulu banget tak tulis http://manaszulfikar.blogspot.co.id/2014/10/kepo-menginspirasi-arek-mayoga.html

kayaknya surfing-surfing sambil kepo seru nih apalagi gak bisa tidur. niatnya ya nostalgia deh.. heheh refresh dah

kubuka postinga waktu 2008. awal-awal punya facebook
beeehhh NJIJIKI.. 

aQuH G4LaU M4Lm1n9 9k aDhaH eAn9 n3meN1

yang ngelike ya baru 2 lah, emang FB blum laku zaman itu..

naik ke zaman 2010 SMA. ZAMANNYA Kamera beralih dari VGA ke 2 MP.. nah zamane foto-foto resolusi kecil...
foto kotak gayane unyu-unyu entut berut..
zamnnya GONDES dan MENDES meraja lela sebelum CABE-CABEAN di tahun 2012-an
Zaman foto pake KAMERA LAPTOP dimana SELFIE blum DIKENAL.
blum ada tongsis..

disitu sih letak kangennya..
YA KANGENNYA TUH DISINI.
foto-foto yang membangkitkan memori, menggugah semangat lagi karena mengingatkan bahwa masa itu masa yang Penuh cerita, MASA MUDA.. keren....

sebenerya itu saja sih sik mau tak tulis.. RADA GAJE SIH heheh gapapa. seru seruan ajaa hehe
ya intinya habis mbuka-mbuka memori lama lewat facebook sih.. heheh turs di LIKE-LIKE biar pada inget deh hehehe
sekian ya DOAKAN YA biar kita bisa masuk surga ALLAH bareng-bareng..

Ruang Eks Rektorat ITK
BAAK ITS LT3.
SABTU 24 Oktober 2015
23:57

Jumat, 09 Oktober 2015

sholat sempurna walaupun kamu tak sempurna

Subuh itu udara di Surabaya tak seperti biasanya. Dengan tumbennya dinginnya tidak terlalu membuat badan menggilgil. Bisa dibilang sejuk, tapi sejuk yang membuat semangat dan bahagia. Ya mungkin karena suana Ramadhan yang mendukung. Gelapnya waktu itupun tidak seperti gelapnya subuh pada biasanya. Gelapnya romantis. Kalo di film cinta mungkin seperti adegan saat dua remaja menyatakan cinta di malam hari, atau pasangan yang sedang dinner di restoran yang modelnya outdoor malam-malam gitu, bintang-bintang bertaburan, dan ada bintang jatuh trus kita mengharapkan sesuatu deh. Apalah itu pokoknya suasanyanya memang romantis, menyenangkan, membahagiakan, dan eksotis. Kemungkinan paling benar ya, Allah SWT sedang memberikan anugrah dan karunianya sehingga bisa dirasakan kecintaan-Nya kepada semua makhluknya. Cieee Alhamdulillah......
            Pembukaan yang cukup panjang memang karena itu begitu spesial, seperti biasa, kalo sholat subuh berjamaah di Masjid dekat dengan kontrakanku, ada pemandangan yang luar biasa. Ada sesosok yang selalu ada di tiap waktu sholat. Beliau adalah orang yang paling semangat dalam sholatnya. Beliau pula saya rasa yang paling ikhlas dan khusyuk dalam sholatnya. Kenapa saya bilang begitu. Karena beliau terlihat lumpuh. Iya lumpuh. Terlihat kaki sebelah kanannya kurang bisa digerakan dengan baik. Saya tidak tahu namanya dan belum berani mengobrol. Dulunya beliau menggunakan tongkat dengan penyangga berkaki tiga. Namun, sekarang beliau sudah tidak memakai alat bantu tersebut. Tangan kanannya sama sekali tidak bisa digerakan. Hipotesa tidak ilmiah saya menyakatan bahwa beliau pernah mengalami penyakit stroke. Namun kemungkinan lain bisa saja. Subhanallah.
            Beliau selalu ada di masjid sebelum adzan berkumandang. Jarang sekali beliau datang saat antara adzan dan iqomah. Ya satu dua kali pernahlah. Semoga langkah beliau selalu menjadi pahala dari Allah SWT. Iseng-iseng saya mengawali diri untuk datang ke masjid lebih awal. Dalam datangnya ke masjid terlihat beliau berdzikir. Setelah sampai shof terdepan dengan jalan yang tertatih-tatih, beliau memulai sholat sunnahnya. Karena tangan kanan beliau tidak bisa digerakan, saat takbiratul ikhram beliau mengangkat tangan kanannya dengan menggunakan tangan kirinya. Setelah itu tangan kanannya didekapnya didadanya dan ditahan dengan menggunakan tangan kirinya. Padahal kan semestinya tangan kanan yang memegang tangan kiri. Tapi Islam agama yang tidak menyulitkan namun tidak boleh dipermudah. Usaha beliau saya nilai merupakan keringanan dalam sholat. Waallahualam. Saat akan rukuk tangan kirinya dilepas dan tangan kanannya jatuh dengan sendirinya bergelantungan. Rukunya kurang sempurna. Ya maklum badan tua dan tangan yang ditaruh d lututnya hanya satu. Agak kesulitan. Sujudnya pun juga ikut kesulitan. Tangan kanannya harus di gerakan oleh tangan kirinya sedemikian rupa untuk mengikuti gerakan sholat seperti normalnya. Bahkan saat tasyahud akhir, tangannya harus diletakan di pahanya oleh tangan kirinya. Telunjuknya tidak bisa diacungkan. Sungguh kolaborasi tangan yang mengharukan.

            Melihat sholat beliau jadi memancing imajinasi saya untuk membayangkan bagaimanan keseharian beliau. Bagaimana beliau makan dengan tangan kanannya. Bagaimana beliau menulis dengan tangannya. Bagaimana beliau mengegas motornya. Bagaimana beliau mengoperasikan handphone-nya. Dan pertanyaan “bagaimana beliau” yang lainnya. Untuk direnungkan sendiri saja kalo kita tangannya cacat bagaimana, kalo tidak punya tangan gimana? Masih gak mau bersyukur? Semoga Allah SWT melindungi kita. Amin.