Rabu, 31 Desember 2014

I LOVE BUMI ALLAH SWT

TAHUN 2015 start
yeeeeeiii :/ makin dekat aja kita dengan kiamat hehehehehe

seharusnya momentum ini kita jadikan renungan, bukan malah peringatan yang bersifat fora-fora uya uya uye uyeee. Kita harusnya flashback sebagai bahan muhasabah dan evaluasi apa aja sih yang telah terjadi, kebaikan atau keburukankah.

Saya ingat betul waktu itu perayaan pergantian Tahun 2011/2012. Ketika itu saya mengikutikegiatan Pelayaran Nasional Pramuka se-Indonesia dengan rute Jakarta-Pulau Sebatik Kalimantan timur berbatasan dengan Malaysia. Lebih kurang sebulan saya berada di dalam Kapal KRI Dr. Soeharso pada serangkaian acara Pelayaran. Kami lego jangkar pada Perairan pantai Losari untuk acara pergantian Tahun di atas kapal dan di atas LAUT. bayangkan tahun baru di laut heheh keren dah. Namun ada yang berbeda pada perayaan saya kali ini. Biasanya yaa niup terompet, kembang api, udah trus pulang, tapi tidak untuk kala itu. Setelah hitung mundur tiba-tiba di putar video yang sangat mengharukan. Mengharukan sekali, beneran. Video itu berisi peristiwa-peristiwa yang negatif terjadi di Indonesia kita tercinta, Banjir, tanah longsor, kebakaran, Adam Air, Merapi, dan beberapa fenomena yang lain, terlihat sekali semua orang di video itu sedih menangis, kehilangan, duka, lara, pedih. MasyaAllah, saya nagis ditempat kala itu. Astagfirullah Apa yang telah KAMI LAKUKAN YA ALLAH. Moderatorpun Berkata "APAKAH TUHAN MARAH? APAKAH BUMI TIDAK MENERIMA KITA? KITA SALAH APA?" dalam hati saya berfikir padahal saya tidak merusak alam. Hati ini benar-benar kalut tak karuan. DOSA KAMI DOSA sekali. Setelah itu kami Berdoa dipimpin oleh Pembina Pramuka kala itu, begitu khusyuknya kami berdoa, ntah kenapa hati ini begitu pasrah kepada-Nya. mungkin itu doa terkhusyuk. Setelah selesai diputarlah video yang berisi harapan, keceriaan, potensi indonesia ini yang memang sangat memotivasi dan memacu setiap orang yang melihatnya untuk berusaha membangun, memajukan, dan kembali mencintai negeri kita tercinta ini.

Satu kalimat yang masih teringat dalam benak saya adalah "Mungkin dahulu malaikat ragu dengan ciptaan Allah SWT yang disebut dengan Manusia, malaikat bahkan mengeklaim kita akan menyebabkan kerusakan di bumi ini. Namun Allah SWT tidak ragu mencipkatan kita. Sekaranglah saatnya kita menjadi hamba yang baik, yang taqwa, sehingga rahmat-Nya akan selalu Ia curahkan untuk bumi ini."

kalimat tersebut mengingatkan kita pada kisah penciptaan manusia dimana Allah SWT yang tercantum pada Surat Al Baqarah ayat 30:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.” Mereka berkata : “Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku me-ngetahui apa yang tidak Engkau ketahui.”

Perlu kita garis bawahi terhadap jawaban Allah SWT pada malaikat "Sesungghnya Aku me-ngetahui apa yang tidak engkau ketahui". Menurut saya, Allah telah merencanakan skenario untuk kita bahwa pendapat dari malaikat bawasannya kita akan membuat kerusakan adalah salah. Nah skenario itulah yang harus kita cari untuk menjadi seorang khalifah seperti yang dikatakan diayat tesebut.

Sungguh menjadi sebuah amanah yang sangat berat bagi kita manusia dimana kita harus mempertanggung jawabkan paya yang kita lakukan semasa kita hidup didunia ini. Mungkin sebagian besar dari kita lupa dengan tujuan kita sebagai hamba Allah SWt yaitu untuk menghamba dan beribadah kepada Allah SWT. Sudah tertulis tegas di Al Quran. Tapi apa yang kita lakukan? Kita malah berbuat dosa, membuat kerusakan, semena-mena terhadap alam, Contohnya saja Global Warming, Penggundulan hutan, membuang sampah sembarangan dan lain-lain. Bukankah itu merupakan perbuatan yang akan membuat bumi Allah ini marah. Pantas sajalah sering terjadi bencana, tengok saja 2005 Tsunami, Pesawat jatuh, Erupsi gunung-gunung. Alam mencoba memperingatkan kita bahwa kita sudah melenceng kawan.

Seharusnya momentum pergantian ini kita harus Evaluasi Diri kita Sebagai BANGSA INDONESIA. Tengkolah Indonesia. Hijaunya melebihi ngeara manapun, Suburnya membuat iri semua negara, Lautnya menyimpan sejuta sumber daya. Bahkan jika benar bahwa Nabi Sulaiman berasal dari Nusantara. maka tidak salah lagi. Tanah air kita merupakan BALDATUN TOYIBATUN WA RABBUL GAFUR. Di Al Quran pun menyebutkan ada sebuah daerah yang mirip dengan langit(surga). dimana lagi kalau bukan di Indonesia. Kita harus sadar bahwa Nikmat, Rahmat, Hidayah Allah SWT selalu dilimpahkan ke Indonesia, kepada kita semua.

KAWAN MARI KITA BERBENAH DIRI.
MODAL BESAR DIBEBANKAN KEPADA KITA BANGSA INDONESIA.
KITA HARUS BELAJAR UNTUK MELESTARIKANNYA
ITULAH BENTUK KITA BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT

wahai bumiku
didalam sujudku aku selalu menciummu

engkau selalu menjadi tempat berpijakku meraih cita-cita
engkau selalu menjadi alas tidurku beristirahat
engkau selalu menyediakan pohon-pohon untuk aku berteduh
oksigenmu sangat sejuk
sumber daya alammu membantu kami memenuhi kebutuhan kami
tanahmu ini pemberi energi kami

maakan kami bumi, karna kami lupa engkau
kami lupa merawatmu  maafkan kami bumi

KAMI BERJANJI AKAN MERAWATMU

Renungan awal tahun untuk bumiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar