Hehehe kalo cerita tentang masa lalu hawa hawanya kenanganlah. Mau itu pahit mau itu manis. Itulah hidup. Tak terasa waktu sangat cepat berlalu. Ketika ngobrol tentang kenangan, sering kita bilang "rasanya baru kemaren ya". Masyaallah bukankah masa lalu itu ciptaan Allah yang luar biasa. Amazing lah. Gilaak.
Masa lalu itu bagiku seperti teman. Dia selalu ada saat aku membutuhkan. Disaat sedih, dia selalu mengingatkanku pada hal2 yang membuat sedih hilang. Seperti kala orang tua menengankan kita saat nangis. Ntah jatuh dari pohon ntah dinakali teman ntah apapun. Seperti juga kala kita sedang down sedang jatuh. Masa lalu selalu mengingatkan ku pada memori kejayaan. Kala ketika SMP menjadi ketua pramuka dan juara. Kala smp selalu ditunjuk jadi perwakilan sekolah dibanyak seminar. Kala sma dimana aku diberi kesempatan hijrah diberi kesempatan untuk jadi petinggi d kota jogja jadi penyanyi. Bisa keliling ke Indonesia menapak di tapal batas negara. Masyaallah. Sungguh masa lalu itu teman yang baik.
Layaknya teman, tentunya kadang menyenangkan kadang menyebalkan. Masa lalu pun pasti banyak juga yang menyebalkan. Ntah d jalan ketemu mantan trus ingat masa lalu. Baper deh. Ntah ktmu guru menyebalkan. Ntah kita lewat tempat2 bersejarah bagi kita. Ntah tempat pernah kita kecelakaan atau tempat kita dulu bersenang2 dengan teman. Itulah teman. Dan kita memang dekat sekali dengannya.
Memaknai hari menjelang kelahiran dan masa lalu. Saya punya kenangan yang cukup menyedihkan. Kala itu ulang tahun saya yg ke-19. Saya sudah hijrah lagi kali ini Surabaya. Dan hari itu 28 Februari 2014 haru jumat sekitar pukul 13 ayah saya meninggal. Di hari ulang tahun saya.
Maka setiap ulang tahun saya rayakan pasti teringat jelas bahwa hati itu juga ayah saya wafat.
Maka mohon banget jangan terlalu dieuforiakan ultah saya. Hehehe
Diluar itu ternyata kita masih memiliki masa depan. Ternyata kita masih 20 tahun. Ternyata kita masih punya besok, lusa, minggu depan, bulan depan. Ternyata kita masih punya 10, 20 hingga 50 tahun lagi untuk hidup. Ya diluar takdir kita masing2. Kita masih memiliki kesempatan untuk lebih baik dalam hidup ini. Maneman lah rek cuma sekali kok. Kita masih bisa melakukan banyak hal.
Kita bisa menikah dengan orang yang kita harapkan. Kita bisa berdagang. Berbisnin. Membangun rumah. Jalan-jalan. Punya anak, punya cucu.
Bukankah hidup ini akan bila kita tidak lebih baik dari kemarin.
udah deh gak usah kejebak di masa lalu. gagal move on ntar
Maka selamat menggapai mimpi gaes.
Hiduplah dan bahagialah heheh
Gak usah serius-serius. Keep Unyu aja. Jelek ngaku ganteng kan gak masalah. Yang penting woles.
Rabu, 24 Februari 2016
Minggu, 21 Februari 2016
Teman dan keluarga
Aku punya difinisi teman sendiri. Kadang aku menempatkan posisi prioritas teman melebihi keluargaku. Simpel saja alasannya, karena keluarga itu pasti bertahan apapun keadaannya. Keluarga pasti ada buat kita. Namun tidak untuk teman. Teman itu harus ada perlakuan khusus mempertahankannya.
Sering ibuk curhat gitu dan beliau menyatakan keiriannya karena aku lebih memilih friend time daripada family time. Ya begitu agak jahat agak durhaka sih. Namun aku tidak pernah kok punya masalah keluarga. Alhamdulillah harmonis.
Masalah teman ya. Aku tak tahu kenapa tapi mereka selalu saja ada untuk melengkapi. Ada ada saja. Seperti kala aku ngekos jauh dengan keluarga, teman menjadi makhluk pertama pemenuh kebutuhan, teman suka duka, dan membuat alur cerita hidup ini begitu istimewa. Sehingga bila diceritakan, akan lebih seru ceritaku dengan temanku dari pada keluargaku.
Semua setuju lah jika kita bisa lebih seru bila bersama teman. Lebih bisa all out lah. Ketewa juga akan lebih lepas bahkan saat sedih bisa lebih terbuka.
Analoginya adalah teman itu adalah teras rumah. sementara keluarga itu kamar tidur. Kau akan bisa lebih nyaman bermain berekspresi bersosialisasi di teras rumah. Bisa melakukan banyak hal. Bahkan bisa melihat keluar rumah lebih leluasa. Sementara keluarga seperti kamar tidur. Kamu nyaman istirahat disana. Kamu memiliki privasi. Kamu lebih hangat disana.
Teman semua adalah teman. Kita punya kenangan karena kita memulai cerita dengan pertemuan dan perkenalan dan menunda cerita itu dengan perpisahan. Tentunya bukan mengakhiri cerita karena kita bisa saja ketenu diwaktu mendatang. Ya semua cerita diakhiri dengan kematian itu pasti. Teman SD teman SMP teman SMA teman Kuliah teman Kampung teman nongkrong dan teman2 yang lain.
Teman hidup itu penting.
Bahkan teman pun bisa menjadi kata kerja. "Menemani". Nah keluarga bisa saja menemai kita dan akhirnya mereka menjadi teman. Bisa bisa bisa
Karena kata teman ini begitu spesial.
Tuhan menciptakan teman ini sebagai pelengkap cerita kehidupan kita di dunia. Tentu teman baik yang bia kita gauli. Supaya berkah. Kalo berkah hidup jadi lancar. Nah temanlah yang melancarkan hidup kita.
Bagiku aku bahagia punya teman2 yang mengenalku. Aku bersyukur dengan Allah dipertemukan dengan mereka. Aku berharap kita bisa bertemu diberikan umur panjang. Karena melihat wajah mereka saja aku sudah bahagia.
Pertemuan itu akan indah setelah perpisahan.
Sering ibuk curhat gitu dan beliau menyatakan keiriannya karena aku lebih memilih friend time daripada family time. Ya begitu agak jahat agak durhaka sih. Namun aku tidak pernah kok punya masalah keluarga. Alhamdulillah harmonis.
Masalah teman ya. Aku tak tahu kenapa tapi mereka selalu saja ada untuk melengkapi. Ada ada saja. Seperti kala aku ngekos jauh dengan keluarga, teman menjadi makhluk pertama pemenuh kebutuhan, teman suka duka, dan membuat alur cerita hidup ini begitu istimewa. Sehingga bila diceritakan, akan lebih seru ceritaku dengan temanku dari pada keluargaku.
Semua setuju lah jika kita bisa lebih seru bila bersama teman. Lebih bisa all out lah. Ketewa juga akan lebih lepas bahkan saat sedih bisa lebih terbuka.
Analoginya adalah teman itu adalah teras rumah. sementara keluarga itu kamar tidur. Kau akan bisa lebih nyaman bermain berekspresi bersosialisasi di teras rumah. Bisa melakukan banyak hal. Bahkan bisa melihat keluar rumah lebih leluasa. Sementara keluarga seperti kamar tidur. Kamu nyaman istirahat disana. Kamu memiliki privasi. Kamu lebih hangat disana.
Teman semua adalah teman. Kita punya kenangan karena kita memulai cerita dengan pertemuan dan perkenalan dan menunda cerita itu dengan perpisahan. Tentunya bukan mengakhiri cerita karena kita bisa saja ketenu diwaktu mendatang. Ya semua cerita diakhiri dengan kematian itu pasti. Teman SD teman SMP teman SMA teman Kuliah teman Kampung teman nongkrong dan teman2 yang lain.
Teman hidup itu penting.
Bahkan teman pun bisa menjadi kata kerja. "Menemani". Nah keluarga bisa saja menemai kita dan akhirnya mereka menjadi teman. Bisa bisa bisa
Karena kata teman ini begitu spesial.
Tuhan menciptakan teman ini sebagai pelengkap cerita kehidupan kita di dunia. Tentu teman baik yang bia kita gauli. Supaya berkah. Kalo berkah hidup jadi lancar. Nah temanlah yang melancarkan hidup kita.
Bagiku aku bahagia punya teman2 yang mengenalku. Aku bersyukur dengan Allah dipertemukan dengan mereka. Aku berharap kita bisa bertemu diberikan umur panjang. Karena melihat wajah mereka saja aku sudah bahagia.
Pertemuan itu akan indah setelah perpisahan.
Langganan:
Postingan (Atom)