Senin, 23 November 2015

BERUBAH NOL DERAJAT

Sudah 3 bulan ini aku agaknya aku merasa terjadi kemerosotan yang luar biasa dalam hidup sekarang ini. Izinkan sedikit beralay, bahkan aku tak layak disebut manusia. Kenapa? Bayangkan saja sebuah palu. Tugasnya adalah memukul paku. Tapi bilamana ia digunakan untuk lainnya dan yang tidak semestinya, misal untuk memukul manusia, jatuhnya akan menjadi kejahatan. Maka nilau palu tersebut akan menjadi alat kejahatan, bukan palu. Perspektif sekali.

Sama seperti diri ini, sepertinya hidup ini sudah mulai melenceng. Siudah keluar dari zonakebenaran sejati. Menuju sesat. Manusia sholeh pun tak lagi di depan mata. Banyak sekali dosa-dosa yang menjadikan hidup ini begitu sulit, begitu peli. Sedih selalu menghantui Gundah gulana selalu mengganggu hati. Galau rasanya. Futur handang. Putus asa terhadap masa depan. Takut. Merasakan hati ini behitu tidak enak. Hidup sangat tidak nikmat.

Hati yang tak beres berati semua tak beres. YAPS. HIDUPKU KACAU MAXIMAL.
Aku merasa dihambat banyak hal. Langkahku sepertinya diganggu oleh dosa-dosa. Ibadahku dikaburkan oleh hutang, rasa dengki, iri hati, sombong, takafur. Semangatku diganjal oleh kemalaman. Hingga setan yang terkutuk mencoba menghalangi diriku dari Engkau Ya Allah.
Padahal saat SMP sampai Aliyah (SMA) hidupku begitu istimewa dan aku sangat menikmatinya. Aku bahkan merasa terlahir sebagai manusia pilihan. Hidupku begitu sempurna dan mimpi-mimpiku semua tercapai. Aku bisa menjadi petinggi organisasi tingkat daerah, bisa mengikuti kegiatan nasional bahkan sampai pergi ke tapal batas NKRI, punya grup nasyid acapella dan manggung dimana-mana, juga paling penting adalah masuk ke jurusan dan institut yang sangat aku inginkan.

Namun benarlah pepatah yang dulu tak kupercayai. Hidup ini seperti roda, kadang di atas dan kadang di bawah. Mungkin hidupku sedang di bawah terkena tai kucing pula plus banya boco terkena paku payung. Mungkin juga seperti gelombang dimana posisiku di bawah garis X yaitu minus.
Kenapa bisa begitu. Bismillah akan ku analisa dan uraikan dosa-dosa yang menyebabkan hidupku kacau seperti ini
1.      1.  Hutang
Kuceriatakan padamu sejak masuk dunia kuliah, aku mulai terbelit dengan hutang. Hutang sedikit, hutang sedikit, hutang sedikit hutang sedikit dan lagi hutang sedikit hingga menjadi bukit. Aku terilit hutang besar. Untuk seorang diriku dan dengan kondisi ekonomi redah, hutangku terhitung sangat besar dan tak wajar. Tentu kalian paham sekali masalah perhutangan dari sudut pandang Islam. Silakan didalami sendiri. Yang jelas menakutkan. JANGAN BERHUTANG dan SEGERA BAYAR HUTANG.
2.      2.  Maksiat
Ini aib terbesarku. Aku tidak akan menyembunyikannya bahwa aku juga pernah melihat hal-halnya tidak senonoh bahkan bersifat porno. Terutama terjadi saat kondisi down, motivasi sedang low. Ricky Elson (pelopor mobil listrik nasional) berkata dalam kuliah tamu yang saya ikuti. Ketika motivasi turun, maka moralitas juga akan menurun. Yaps benar mataku jelalatan. Tiap kali membahas ini, aku merasa paling berdosa kepada Almarhum Ayahku.
3.       3. Malas
Semua orang mengalaminya. Malas terjadi saat kondisi begitu tak mendukung. Banyak faktor surut. Dimana moodnya sedang tidak bagus, kesehatan mungkin terganggu, dan motivasi sedang down. Smua orang mengalami ini, jadi aku tak merasa sendirian. Tapi malasku ini malas yang parah. Sering menyepelekan. Akhirnya jika sudah mentok, pasrah dengan apa yang akan terjadi. “ah sudahlah”. “biarlah”. Apalagi menyangkut tugas kuliah. Malas ini membuatku mengulang sebuah mata kuliah yang isinya tugas besar (satu tugas dikerjakan satu semester) sebanyak 3 kali. Mungkin besok akan mengulang 4 kali karena malas ini. Itu bisa ditolelir lah. Maklum. Tapi bagaimana jika malas ibadah? Kadang saat di masjid kampus atau saat keramaian gitu bisa saja ibadahnya jadi bagus, jadi rajin gitu. Tapi pas dikontrakan pas sepi kok malas yaw. Itu bahaya banget kan. Tentu kalian paham deh tentang dalil-dalilnya. Kini aku mulai malu
4.      4.  Boros
Soal masalah makan, aku bis saja menghamburkn uang. Tujuh puluh ribu bisa saja habis dalam 2 hari Cuma karena makan. Nafsulah akhirnya yang harus ditinjau. Nafsu tak terkendali hasilnya akan merugikan. Jadi boros dan itu rugi besar. Sedekah jadi tidak lancar, bayar hutang tertunda dan masa depan suram.
5.       5. Lamban
Inilah yang diajarkan Ayahku. Gerak cepat, sat set sat set. Semasa kami masih sering bersama dalam satu atap –mungkin dari kecil sampai smp- beliau mengajarkan untuk peka untuk gercep untuk kerjakan detik itu juga untu tepat waktu, ontime, adzan segera sholat, lihat sampah segera dibuang, lihat tempat sampah penuh segera buang, lihat baju kotor berserakan segera pungut taruh dicucian, lihat cucian menumpuk segera di cuci, bayar ini itu segera di bayar. Tapi aku tak mengamalkannya. Baru ngeh banget efeknya setelah kehilangan beliau. Sekarang semua tanggungan yang ditunda-tunda itu beranak pinak.
6.       6. IRI HATI
Saya gak mau cerita ini, malu

Itulah analisa dosa-dosa yang membuat hidup ini kacau. Mungkin masih banyak lagi. Kalu memang dalam sudut pandang islam memang sangat menghambat kelancaran hidup manusia terutama dalam mengabdi kepada Tuhan. Aku tahu itu, aku paham sekali karena sudah kudalami. Yang sulit itu mengamalkannya. Aku bisa saja berhenti menulis ini pada kalimat ini saja. Tapi itu tak akan merubah apa-apa. Mungkin aku akan menulis perubahan apa saja yang akan aku lakukan. Tapi kalau tilisan ini tak ku amalkan buat apa aku menulis ini. Hanya buang-buang waktu saja. “tulisan tetap saja tulisan”

Maka akan ku hidupkan tulisanku ini. BAIKLAH, detik ini aku akan berubah, akan ku songsong masa depan dengan semangat. Akan kutantang ujian dengan usaha. Kalu jatuh bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lag jatuh lagi bangkit lagi. Akan kulakukan perubahan besar. Perubahan yang hakiki dan kembali menjadi manusia sejati. Tentu tujuanku adalah berubah sejauh 180 derajat untuk menjadi manusia sholeh yang semestinya. Dan akan lenjut sejauh 360 derajat untuk kembai bahwa diri ini adalah makhluk biasa , manusia yang rendah. Hamba yang nol tak berdaya. Agar selalu memuja Allah SWT.

Maka saksikanlah inilah perubahan keculku. Perubahan yang akan mewakili tiap derajat menuju 180 derajat dan 360 derajat.
1.       1. Perbaiki hubungan dengan Allah SWT
Simpel saja. Melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Beribadah dengan sungguh. Wajib yang kokoh. Perbanyak sunnah. Ikhlas terhadap ujian, bersyukur dengan karunia, sabar terhadap cobaan. Dan berdoa khusyuk kepada-Nya. Revolusi Iman.
2.      2.  Perbaiki hubungan dengan Makhluk Allah
Mulanya keluarga dahulu, sering tanya kabar ibuk dan adek dirumah. Menyiapkan kepulangan agar bisa silaturahmi di rumah. Kemudian dengan saudara-saudara. Datangi rumahnya agar banyak doa. Hehe. Kemuadian dengan semua temanku. Apabila kalian membaca ini tolong ya maafkan diriku ini. Ya seperti inilah Manas Zulfikar. Tolong maklumi ya. Kita sama-sama mendoakan ya agar kelak kita sukses bareng. Terima kasih telah mau menjadi temanku melengkapi hidupku kawan. Insyaallah aku akan lebih ramah, bersahaja seperti yang telah dipaparkan di dasa darma pramuka. Dengan guru-guru dan dosen-dosen agar selalu diberi kesehatan dan keselamatan.
3.      3.  Beresin kamar dan kontrakan
Maklum saja yah jika kamar cowok itu kotor dan kemproh. Tapi tidak mulai sekarang. Kamar baik akan menghasilkan pikiran dan karakter yang baik
4.       4. Susun perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
Buat sebuar perenungan kecil kalau mampu tulis deh tiap kegiatan yang akan, sedang dan telah dilakukan sehingga meminimalisir kesalahan gitu.
5.       5. Rangkai kembali puzle mimpi
Puzle mimpimu berantakan. Rangkailah lagi dan gapai mimpi itu yang telah kamu buat dan sempat teracak kadul dengan penghambat-penghambat itu. railah kembali.
MEMBANGUN KABUPATEN MAGELANG :D

Maka dengan teori S=W/F dimana perpindahan itu usaha dibagi dengan gaya,. Maka perbesarlah usaha dan jangan banyak bergaya. Karena Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali mereka merubahnya sendiri. Dan inilah kata mutiaraku sebagai perinsip hidup “Tidak ada yang tidak bisa, yang ada hanya tidak mau”.

Surabaya 23 November 2015
15.00 di Sekretariat KSE ITS

Yang mau berubah
MANAS ZULFIKAR

Untuk Allah, Ayah dan Hidup ini

Cuplikan dari Anime One Punch Man, kata-kata dari saitama sensi. dia berubah menjadi paling kuat karena usahanya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar