Sudah 3 bulan ini aku agaknya aku merasa terjadi kemerosotan
yang luar biasa dalam hidup sekarang ini. Izinkan sedikit beralay, bahkan aku
tak layak disebut manusia. Kenapa? Bayangkan saja sebuah palu. Tugasnya adalah
memukul paku. Tapi bilamana ia digunakan untuk lainnya dan yang tidak
semestinya, misal untuk memukul manusia, jatuhnya akan menjadi kejahatan. Maka nilau
palu tersebut akan menjadi alat kejahatan, bukan palu. Perspektif sekali.
Sama seperti diri ini, sepertinya hidup ini sudah mulai
melenceng. Siudah keluar dari zonakebenaran sejati. Menuju sesat. Manusia
sholeh pun tak lagi di depan mata. Banyak sekali dosa-dosa yang menjadikan
hidup ini begitu sulit, begitu peli. Sedih selalu menghantui Gundah gulana
selalu mengganggu hati. Galau rasanya. Futur handang. Putus asa terhadap masa
depan. Takut. Merasakan hati ini behitu tidak enak. Hidup sangat tidak nikmat.
Hati yang tak beres berati semua tak beres. YAPS. HIDUPKU
KACAU MAXIMAL.
Aku merasa dihambat banyak hal. Langkahku sepertinya
diganggu oleh dosa-dosa. Ibadahku dikaburkan oleh hutang, rasa dengki, iri
hati, sombong, takafur. Semangatku diganjal oleh kemalaman. Hingga setan yang
terkutuk mencoba menghalangi diriku dari Engkau Ya Allah.
Padahal saat SMP sampai Aliyah (SMA) hidupku begitu istimewa
dan aku sangat menikmatinya. Aku bahkan merasa terlahir sebagai manusia
pilihan. Hidupku begitu sempurna dan mimpi-mimpiku semua tercapai. Aku bisa
menjadi petinggi organisasi tingkat daerah, bisa mengikuti kegiatan nasional
bahkan sampai pergi ke tapal batas NKRI, punya grup nasyid acapella dan
manggung dimana-mana, juga paling penting adalah masuk ke jurusan dan institut
yang sangat aku inginkan.
Namun benarlah pepatah yang dulu tak kupercayai. Hidup ini
seperti roda, kadang di atas dan kadang di bawah. Mungkin hidupku sedang di
bawah terkena tai kucing pula plus banya boco terkena paku payung. Mungkin juga
seperti gelombang dimana posisiku di bawah garis X yaitu minus.
Kenapa bisa begitu. Bismillah akan ku analisa dan uraikan dosa-dosa
yang menyebabkan hidupku kacau seperti ini
1. 1. Hutang
Kuceriatakan padamu sejak masuk dunia
kuliah, aku mulai terbelit dengan hutang. Hutang sedikit, hutang sedikit,
hutang sedikit hutang sedikit dan lagi hutang sedikit hingga menjadi bukit. Aku
terilit hutang besar. Untuk seorang diriku dan dengan kondisi ekonomi redah,
hutangku terhitung sangat besar dan tak wajar. Tentu kalian paham sekali
masalah perhutangan dari sudut pandang Islam. Silakan didalami sendiri. Yang jelas
menakutkan. JANGAN BERHUTANG dan SEGERA BAYAR HUTANG.
2. 2. Maksiat
Ini aib terbesarku. Aku tidak akan
menyembunyikannya bahwa aku juga pernah melihat hal-halnya tidak senonoh bahkan
bersifat porno. Terutama terjadi saat kondisi down, motivasi sedang low. Ricky Elson
(pelopor mobil listrik nasional) berkata dalam kuliah tamu yang saya ikuti. Ketika
motivasi turun, maka moralitas juga akan menurun. Yaps benar mataku jelalatan. Tiap
kali membahas ini, aku merasa paling berdosa kepada Almarhum Ayahku.
3. 3. Malas
Semua orang mengalaminya. Malas terjadi
saat kondisi begitu tak mendukung. Banyak faktor surut. Dimana moodnya sedang
tidak bagus, kesehatan mungkin terganggu, dan motivasi sedang down. Smua orang
mengalami ini, jadi aku tak merasa sendirian. Tapi malasku ini malas yang
parah. Sering menyepelekan. Akhirnya jika sudah mentok, pasrah dengan apa yang
akan terjadi. “ah sudahlah”. “biarlah”. Apalagi menyangkut tugas kuliah. Malas ini
membuatku mengulang sebuah mata kuliah yang isinya tugas besar (satu tugas
dikerjakan satu semester) sebanyak 3 kali. Mungkin besok akan mengulang 4 kali
karena malas ini. Itu bisa ditolelir lah. Maklum. Tapi bagaimana jika malas
ibadah? Kadang saat di masjid kampus atau saat keramaian gitu bisa saja
ibadahnya jadi bagus, jadi rajin gitu. Tapi pas dikontrakan pas sepi kok malas
yaw. Itu bahaya banget kan. Tentu kalian paham deh tentang dalil-dalilnya. Kini
aku mulai malu
4. 4. Boros
Soal masalah makan, aku bis saja
menghamburkn uang. Tujuh puluh ribu bisa saja habis dalam 2 hari Cuma karena
makan. Nafsulah akhirnya yang harus ditinjau. Nafsu tak terkendali hasilnya
akan merugikan. Jadi boros dan itu rugi besar. Sedekah jadi tidak lancar, bayar
hutang tertunda dan masa depan suram.
5. 5. Lamban
Inilah yang diajarkan Ayahku. Gerak cepat,
sat set sat set. Semasa kami masih sering bersama dalam satu atap –mungkin dari
kecil sampai smp- beliau mengajarkan untuk peka untuk gercep untuk kerjakan
detik itu juga untu tepat waktu, ontime, adzan segera sholat, lihat sampah
segera dibuang, lihat tempat sampah penuh segera buang, lihat baju kotor
berserakan segera pungut taruh dicucian, lihat cucian menumpuk segera di cuci,
bayar ini itu segera di bayar. Tapi aku tak mengamalkannya. Baru ngeh banget efeknya
setelah kehilangan beliau. Sekarang semua tanggungan yang ditunda-tunda itu
beranak pinak.
6. 6. IRI HATI
Saya gak mau cerita ini, malu
Itulah analisa dosa-dosa yang membuat hidup ini kacau. Mungkin
masih banyak lagi. Kalu memang dalam sudut pandang islam memang sangat
menghambat kelancaran hidup manusia terutama dalam mengabdi kepada Tuhan. Aku tahu
itu, aku paham sekali karena sudah kudalami. Yang sulit itu mengamalkannya. Aku
bisa saja berhenti menulis ini pada kalimat ini saja. Tapi itu tak akan merubah
apa-apa. Mungkin aku akan menulis perubahan apa saja yang akan aku lakukan. Tapi
kalau tilisan ini tak ku amalkan buat apa aku menulis ini. Hanya buang-buang
waktu saja. “tulisan tetap saja tulisan”
Maka akan ku hidupkan tulisanku ini. BAIKLAH, detik ini aku
akan berubah, akan ku songsong masa depan dengan semangat. Akan kutantang ujian
dengan usaha. Kalu jatuh bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lag jatuh lagi
bangkit lagi. Akan kulakukan perubahan besar. Perubahan yang hakiki dan kembali
menjadi manusia sejati. Tentu tujuanku adalah berubah sejauh 180 derajat untuk
menjadi manusia sholeh yang semestinya. Dan akan lenjut sejauh 360 derajat
untuk kembai bahwa diri ini adalah makhluk biasa , manusia yang rendah. Hamba yang
nol tak berdaya. Agar selalu memuja Allah SWT.
Maka saksikanlah inilah perubahan keculku. Perubahan yang
akan mewakili tiap derajat menuju 180 derajat dan 360 derajat.
1. 1. Perbaiki hubungan dengan Allah SWT
Simpel saja. Melaksanakan perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya. Beribadah dengan sungguh. Wajib yang kokoh. Perbanyak sunnah.
Ikhlas terhadap ujian, bersyukur dengan karunia, sabar terhadap cobaan. Dan berdoa
khusyuk kepada-Nya. Revolusi Iman.
2. 2. Perbaiki hubungan dengan Makhluk Allah
Mulanya keluarga dahulu, sering tanya kabar
ibuk dan adek dirumah. Menyiapkan kepulangan agar bisa silaturahmi di rumah. Kemudian
dengan saudara-saudara. Datangi rumahnya agar banyak doa. Hehe. Kemuadian dengan
semua temanku. Apabila kalian membaca ini tolong ya maafkan diriku ini. Ya seperti
inilah Manas Zulfikar. Tolong maklumi ya. Kita sama-sama mendoakan ya agar
kelak kita sukses bareng. Terima kasih telah mau menjadi temanku melengkapi
hidupku kawan. Insyaallah aku akan lebih ramah, bersahaja seperti yang telah
dipaparkan di dasa darma pramuka. Dengan guru-guru dan dosen-dosen agar selalu
diberi kesehatan dan keselamatan.
3. 3. Beresin kamar dan kontrakan
Maklum saja yah jika kamar cowok itu kotor
dan kemproh. Tapi tidak mulai sekarang. Kamar baik akan menghasilkan pikiran
dan karakter yang baik
4. 4. Susun perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
Buat sebuar perenungan kecil kalau mampu
tulis deh tiap kegiatan yang akan, sedang dan telah dilakukan sehingga
meminimalisir kesalahan gitu.
5. 5. Rangkai kembali puzle mimpi
Puzle mimpimu berantakan. Rangkailah lagi
dan gapai mimpi itu yang telah kamu buat dan sempat teracak kadul dengan
penghambat-penghambat itu. railah kembali.
MEMBANGUN KABUPATEN MAGELANG :D
Maka dengan teori S=W/F dimana perpindahan
itu usaha dibagi dengan gaya,. Maka perbesarlah usaha dan jangan banyak
bergaya. Karena Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali mereka merubahnya
sendiri. Dan inilah kata mutiaraku sebagai perinsip hidup “Tidak ada yang tidak
bisa, yang ada hanya tidak mau”.
Surabaya 23 November 2015
15.00 di Sekretariat KSE ITS
Yang mau berubah
MANAS ZULFIKAR
Untuk Allah, Ayah dan Hidup ini
![]() |
| Cuplikan dari Anime One Punch Man, kata-kata dari saitama sensi. dia berubah menjadi paling kuat karena usahanya |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar