Minggu, 21 Februari 2016

Teman dan keluarga

Aku punya difinisi teman sendiri. Kadang aku menempatkan posisi prioritas teman melebihi keluargaku. Simpel saja alasannya, karena keluarga itu pasti bertahan apapun keadaannya. Keluarga pasti ada buat kita. Namun tidak untuk teman. Teman itu harus ada perlakuan khusus mempertahankannya.
Sering ibuk curhat gitu dan beliau menyatakan keiriannya karena aku lebih memilih friend time daripada family time. Ya begitu agak jahat agak durhaka sih. Namun aku tidak pernah kok punya masalah keluarga. Alhamdulillah harmonis.
Masalah teman ya. Aku tak tahu kenapa tapi mereka selalu saja ada untuk melengkapi. Ada ada saja. Seperti kala aku ngekos jauh dengan keluarga, teman menjadi makhluk pertama pemenuh kebutuhan, teman suka duka, dan membuat alur cerita hidup ini begitu istimewa. Sehingga bila diceritakan, akan lebih seru ceritaku dengan temanku dari pada keluargaku.
Semua setuju lah jika kita bisa lebih seru bila bersama teman. Lebih bisa all out lah. Ketewa juga akan lebih lepas bahkan saat sedih bisa lebih terbuka.
Analoginya adalah teman itu adalah teras rumah. sementara keluarga itu kamar tidur. Kau akan bisa lebih nyaman bermain berekspresi bersosialisasi di teras rumah. Bisa melakukan banyak hal. Bahkan bisa melihat keluar rumah lebih leluasa. Sementara keluarga seperti kamar tidur. Kamu nyaman istirahat disana. Kamu memiliki privasi. Kamu lebih hangat disana.
Teman semua adalah teman. Kita punya kenangan karena kita memulai cerita dengan pertemuan dan perkenalan dan menunda cerita itu dengan perpisahan. Tentunya bukan mengakhiri cerita karena kita bisa saja ketenu diwaktu mendatang. Ya semua cerita diakhiri dengan kematian itu pasti. Teman SD teman SMP teman SMA teman Kuliah teman Kampung teman nongkrong dan teman2 yang lain.
Teman hidup itu penting.
Bahkan teman pun bisa menjadi kata kerja. "Menemani". Nah keluarga bisa saja menemai kita dan akhirnya mereka menjadi teman. Bisa bisa bisa
Karena kata teman ini begitu spesial.
Tuhan menciptakan teman ini sebagai pelengkap cerita kehidupan kita di dunia. Tentu teman baik yang bia kita gauli. Supaya berkah. Kalo berkah hidup jadi lancar. Nah temanlah yang melancarkan hidup kita.
Bagiku aku bahagia punya teman2 yang mengenalku. Aku bersyukur dengan Allah dipertemukan dengan mereka. Aku berharap kita bisa bertemu diberikan umur panjang. Karena melihat wajah mereka saja aku sudah bahagia.
Pertemuan itu akan indah setelah perpisahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar