Sudah beberapa bulan tak pulang, rindu akan ibu, adek dan rumah kian mencuat. Baru kemaren ibu berterima kasih atas pemberian kecil dari ku sang anak yang pasti disayangnya hehehe. Di telepon tampak ibuk tertawa sambil berterima kasih dengan nada agak berteriak di awal malam. "waahhh leee makasih yaaaa hehehehe," suara ibu di telepon terasa nyaring walau tak ku loudspeaker HPku. berbasa-basi agak lama tampaknya ibu belum mau menutup telpon. Mencoba peka aku bertanya dalam hati, iki ibuk mesti kangen. Maklum ibuk di rumah hanya bersama adek. Ku bilang pada ibuk dengan nada lembut (hehehehe) "maaf buk besok libur 3 hari belum bisa pulang”. Suara ibu mulai menurun seiring pulsanya yang tersedot agak banyak. Malam itu aku merenung tentang kebahagiaan ibuku. Aku menganalisis secara tidak ilmiah, kenapa setiap kali bertelpon dengan ibuk, selalu yang ditanyakan kapan pulang. Walaupun pertanyaan yang sering kuharapkan adalah, masih punya uang le. Hehehe. Selalu tanya kapan pulang. Kapan pulang. Padahal jarak magelang surabaya hanya 360 km. Jarak yang bisa ditempuh bis dengan kecepatan 90an km/jam dalam waktu 9an jam dengan bonus macet, lalu lintas dan sebagainya. Maka timbul pertanyaan lain lagi, memangnya kalo aku pulang ibu bahagia? Ahhh sudah lah dengan banyak pertanyaan. Kalo memang benar jika dengan kehadiran kita di rumah bisa membuat ibuk(orang tua) kita bahagia, maka seharusnya cita-citaku dan sebgaian orang (ingin membahagiakan orang tua) sudah terwujud. Sesimpel itukah? Aku terlalu gengsi untuk tanya ke ibuku.Dahulu aku pikir membahagiakan orang tua itu kita harus jadi orang sukses. Tolok ukur suksespun beragam. Ada yang bilang harus kaya, ada yang ingin jadi konglomerat, birokrat, teknokrat, bahkan sampe menyediakan kehidupan bagi orang yang melarat. Parameter membahagiakan orang tua ini pun harus besar. Harus WAH. Harus bisa jadi ini itu dengan hasil yang bahkan semua orang mengakui. Setelah menelaah lagi, membayangkan ketika di rumah, dan ketika ditelepon ibuk, aku menyimpulkan dengan yakin bahwa anak itulah alasan orang tua kita bahagia. Aku yakin itu.Lihat saja kenapa ibuk kita begitu senang ketika kita tersenyum dan tertidur pulas. Kenapa ibu kita begitu sedih ketika flu kecil maupun flu yang berat. Kenapa ayah kita tak kenal lelah membanting tulangnya guna menyediakan uang jajan kepada anaknya. Semua itu pastilah agar anaknya mendapatkan suasana hidup yang kondusif, yang aman. Maka harusnya kita semua setuju bahwa membahagiakan orang tua itu adalah bagaimana kita bersyukur punya orang tua yang begitu membahagiakan kita. Bagaimana kita bersyukur? Monggo kita semua punya cara masing-masing. Bagiku bersyukur karena memiliki orang tua super duper keren ini adalah dengan mendoakan ibuk agar tetap sehat, dan mendoakan ayah agar selalu tersenyum di surga-Nya Allah kelak. Dengan jujur kepada ibuk, dengan selalu tersenyum, dengan rajin meng-sms kabarku ke ibuk. Semoga tindakan itu membuat bahagia. AminMari kita tengok lagi masa lalu kita masing-masing bagaimana kita membahagiakan orang tua kita. Kita mulai ketika Allah memasukan nyawa kita ke dalam rahim ibu kita. Betapa bahagianya ibuk saat pertama kali tahu dirinya mengandung kita, ayah kita tahu saat istrinya mengandung calon ayahnya. (cie calon ayah). Kemudian saat kita lahir. Betapa pecah kebahagiaan orang tua kita menyasikan wajah mungil kita. Bahagia walau yang terdengar tangisan kita. Dengan bangga meng-azankan kita. Dengan PD-nya pula memberi nama kita (tanpa persetujuan kita). Lalu saat kita mulai bisa tersenyum menanggapi wajah-wajah konyolnya (mencoba menghibur), orang tua kita senangnya pasti minta ampun. Lalu ketika kita bisa tengkurap, merangkak, duduk sampe bisa berjalan. Wuuuh orang tua kita seneng gak tuh. Apalagi saat ketika ayah kita memaksa kita saat bayi bilang “papa!” trus kita bilang “Paapa”(dengan suara khas bayi), wuhhhh itu ayah pasti ngadakan syukuraaan se-Kampung deh merayakan kemajuan bayinya yang bisa bilang papa.Ternyata proses kita dari balita menjadi anak kecil(mulai bandel tuh) membuat orang tua bahagia. Sederhana sekali membauat bahagia orang tua kita. Namun itu tingkatan bayi. Berbeda saat kita SD kita membahagiakan orang tua dengan cara belajar yang giat dan juara kelas mungkin. Atau saat SMP bisa ikut lomba-lomba (walaupun lomba gambar) bisalah membuat bahagia. Dan seterusnya. Tentu kita punya cara membahagiakan orang tua dengan cara yang terbaik sesuai waktunya.Maka jangan berpikir terlalu muluk-muluk. Khawatirnya begini. Jika kita berhasil jadi orang besar dan hebat seperti bupati. Mungkin orang tua kita bangga, tapi sedih. Mungkin perhatian kita yang seharusnya buat mereka, buat masa tua mereka jadi terkalahkan oleh kepentingan orang lain. Jadi berpikirlah simpel. Mumpung ada kesempatan nih, mungin bisa SMS atau tanya kabar lah. Atau dengan kebiasaan yang baik seperti berkata jujur, menyapu halaman rumah membersihkan apalah dirumah. Atau bahkan memasakan air untuk ibu mandi air hangat bisa tuh. Hehehe terkadang hal simpel itu bisa membawa dampak yang besar. Manas ZulfikarYang merantau dan lagi memikirkan rumah.
Asik Asik Aje
Gak usah serius-serius. Keep Unyu aja. Jelek ngaku ganteng kan gak masalah. Yang penting woles.
Kamis, 24 Maret 2016
KEBANGGAN ORTU ITU YA KAMU
Sudah beberapa bulan tak pulang, rindu akan ibu, adek dan rumah kian mencuat. Baru kemaren ibu berterima kasih atas pemberian kecil dari ku sang anak yang pasti disayangnya hehehe. Di telepon tampak ibuk tertawa sambil berterima kasih dengan nada agak berteriak di awal malam. "waahhh leee makasih yaaaa hehehehe," suara ibu di telepon terasa nyaring walau tak ku loudspeaker HPku. berbasa-basi agak lama tampaknya ibu belum mau menutup telpon. Mencoba peka aku bertanya dalam hati, iki ibuk mesti kangen. Maklum ibuk di rumah hanya bersama adek. Ku bilang pada ibuk dengan nada lembut (hehehehe) "maaf buk besok libur 3 hari belum bisa pulang”. Suara ibu mulai menurun seiring pulsanya yang tersedot agak banyak. Malam itu aku merenung tentang kebahagiaan ibuku. Aku menganalisis secara tidak ilmiah, kenapa setiap kali bertelpon dengan ibuk, selalu yang ditanyakan kapan pulang. Walaupun pertanyaan yang sering kuharapkan adalah, masih punya uang le. Hehehe. Selalu tanya kapan pulang. Kapan pulang. Padahal jarak magelang surabaya hanya 360 km. Jarak yang bisa ditempuh bis dengan kecepatan 90an km/jam dalam waktu 9an jam dengan bonus macet, lalu lintas dan sebagainya. Maka timbul pertanyaan lain lagi, memangnya kalo aku pulang ibu bahagia? Ahhh sudah lah dengan banyak pertanyaan. Kalo memang benar jika dengan kehadiran kita di rumah bisa membuat ibuk(orang tua) kita bahagia, maka seharusnya cita-citaku dan sebgaian orang (ingin membahagiakan orang tua) sudah terwujud. Sesimpel itukah? Aku terlalu gengsi untuk tanya ke ibuku.Dahulu aku pikir membahagiakan orang tua itu kita harus jadi orang sukses. Tolok ukur suksespun beragam. Ada yang bilang harus kaya, ada yang ingin jadi konglomerat, birokrat, teknokrat, bahkan sampe menyediakan kehidupan bagi orang yang melarat. Parameter membahagiakan orang tua ini pun harus besar. Harus WAH. Harus bisa jadi ini itu dengan hasil yang bahkan semua orang mengakui. Setelah menelaah lagi, membayangkan ketika di rumah, dan ketika ditelepon ibuk, aku menyimpulkan dengan yakin bahwa anak itulah alasan orang tua kita bahagia. Aku yakin itu.Lihat saja kenapa ibuk kita begitu senang ketika kita tersenyum dan tertidur pulas. Kenapa ibu kita begitu sedih ketika flu kecil maupun flu yang berat. Kenapa ayah kita tak kenal lelah membanting tulangnya guna menyediakan uang jajan kepada anaknya. Semua itu pastilah agar anaknya mendapatkan suasana hidup yang kondusif, yang aman. Maka harusnya kita semua setuju bahwa membahagiakan orang tua itu adalah bagaimana kita bersyukur punya orang tua yang begitu membahagiakan kita. Bagaimana kita bersyukur? Monggo kita semua punya cara masing-masing. Bagiku bersyukur karena memiliki orang tua super duper keren ini adalah dengan mendoakan ibuk agar tetap sehat, dan mendoakan ayah agar selalu tersenyum di surga-Nya Allah kelak. Dengan jujur kepada ibuk, dengan selalu tersenyum, dengan rajin meng-sms kabarku ke ibuk. Semoga tindakan itu membuat bahagia. AminMari kita tengok lagi masa lalu kita masing-masing bagaimana kita membahagiakan orang tua kita. Kita mulai ketika Allah memasukan nyawa kita ke dalam rahim ibu kita. Betapa bahagianya ibuk saat pertama kali tahu dirinya mengandung kita, ayah kita tahu saat istrinya mengandung calon ayahnya. (cie calon ayah). Kemudian saat kita lahir. Betapa pecah kebahagiaan orang tua kita menyasikan wajah mungil kita. Bahagia walau yang terdengar tangisan kita. Dengan bangga meng-azankan kita. Dengan PD-nya pula memberi nama kita (tanpa persetujuan kita). Lalu saat kita mulai bisa tersenyum menanggapi wajah-wajah konyolnya (mencoba menghibur), orang tua kita senangnya pasti minta ampun. Lalu ketika kita bisa tengkurap, merangkak, duduk sampe bisa berjalan. Wuuuh orang tua kita seneng gak tuh. Apalagi saat ketika ayah kita memaksa kita saat bayi bilang “papa!” trus kita bilang “Paapa”(dengan suara khas bayi), wuhhhh itu ayah pasti ngadakan syukuraaan se-Kampung deh merayakan kemajuan bayinya yang bisa bilang papa.Ternyata proses kita dari balita menjadi anak kecil(mulai bandel tuh) membuat orang tua bahagia. Sederhana sekali membauat bahagia orang tua kita. Namun itu tingkatan bayi. Berbeda saat kita SD kita membahagiakan orang tua dengan cara belajar yang giat dan juara kelas mungkin. Atau saat SMP bisa ikut lomba-lomba (walaupun lomba gambar) bisalah membuat bahagia. Dan seterusnya. Tentu kita punya cara membahagiakan orang tua dengan cara yang terbaik sesuai waktunya.Maka jangan berpikir terlalu muluk-muluk. Khawatirnya begini. Jika kita berhasil jadi orang besar dan hebat seperti bupati. Mungkin orang tua kita bangga, tapi sedih. Mungkin perhatian kita yang seharusnya buat mereka, buat masa tua mereka jadi terkalahkan oleh kepentingan orang lain. Jadi berpikirlah simpel. Mumpung ada kesempatan nih, mungin bisa SMS atau tanya kabar lah. Atau dengan kebiasaan yang baik seperti berkata jujur, menyapu halaman rumah membersihkan apalah dirumah. Atau bahkan memasakan air untuk ibu mandi air hangat bisa tuh. Hehehe terkadang hal simpel itu bisa membawa dampak yang besar. Manas ZulfikarYang merantau dan lagi memikirkan rumah.
Rabu, 24 Februari 2016
Ternyata baru 20 masih banyak kesempatan
Hehehe kalo cerita tentang masa lalu hawa hawanya kenanganlah. Mau itu pahit mau itu manis. Itulah hidup. Tak terasa waktu sangat cepat berlalu. Ketika ngobrol tentang kenangan, sering kita bilang "rasanya baru kemaren ya". Masyaallah bukankah masa lalu itu ciptaan Allah yang luar biasa. Amazing lah. Gilaak.
Masa lalu itu bagiku seperti teman. Dia selalu ada saat aku membutuhkan. Disaat sedih, dia selalu mengingatkanku pada hal2 yang membuat sedih hilang. Seperti kala orang tua menengankan kita saat nangis. Ntah jatuh dari pohon ntah dinakali teman ntah apapun. Seperti juga kala kita sedang down sedang jatuh. Masa lalu selalu mengingatkan ku pada memori kejayaan. Kala ketika SMP menjadi ketua pramuka dan juara. Kala smp selalu ditunjuk jadi perwakilan sekolah dibanyak seminar. Kala sma dimana aku diberi kesempatan hijrah diberi kesempatan untuk jadi petinggi d kota jogja jadi penyanyi. Bisa keliling ke Indonesia menapak di tapal batas negara. Masyaallah. Sungguh masa lalu itu teman yang baik.
Layaknya teman, tentunya kadang menyenangkan kadang menyebalkan. Masa lalu pun pasti banyak juga yang menyebalkan. Ntah d jalan ketemu mantan trus ingat masa lalu. Baper deh. Ntah ktmu guru menyebalkan. Ntah kita lewat tempat2 bersejarah bagi kita. Ntah tempat pernah kita kecelakaan atau tempat kita dulu bersenang2 dengan teman. Itulah teman. Dan kita memang dekat sekali dengannya.
Memaknai hari menjelang kelahiran dan masa lalu. Saya punya kenangan yang cukup menyedihkan. Kala itu ulang tahun saya yg ke-19. Saya sudah hijrah lagi kali ini Surabaya. Dan hari itu 28 Februari 2014 haru jumat sekitar pukul 13 ayah saya meninggal. Di hari ulang tahun saya.
Maka setiap ulang tahun saya rayakan pasti teringat jelas bahwa hati itu juga ayah saya wafat.
Maka mohon banget jangan terlalu dieuforiakan ultah saya. Hehehe
Diluar itu ternyata kita masih memiliki masa depan. Ternyata kita masih 20 tahun. Ternyata kita masih punya besok, lusa, minggu depan, bulan depan. Ternyata kita masih punya 10, 20 hingga 50 tahun lagi untuk hidup. Ya diluar takdir kita masing2. Kita masih memiliki kesempatan untuk lebih baik dalam hidup ini. Maneman lah rek cuma sekali kok. Kita masih bisa melakukan banyak hal.
Kita bisa menikah dengan orang yang kita harapkan. Kita bisa berdagang. Berbisnin. Membangun rumah. Jalan-jalan. Punya anak, punya cucu.
Bukankah hidup ini akan bila kita tidak lebih baik dari kemarin.
udah deh gak usah kejebak di masa lalu. gagal move on ntar
Maka selamat menggapai mimpi gaes.
Hiduplah dan bahagialah heheh
Masa lalu itu bagiku seperti teman. Dia selalu ada saat aku membutuhkan. Disaat sedih, dia selalu mengingatkanku pada hal2 yang membuat sedih hilang. Seperti kala orang tua menengankan kita saat nangis. Ntah jatuh dari pohon ntah dinakali teman ntah apapun. Seperti juga kala kita sedang down sedang jatuh. Masa lalu selalu mengingatkan ku pada memori kejayaan. Kala ketika SMP menjadi ketua pramuka dan juara. Kala smp selalu ditunjuk jadi perwakilan sekolah dibanyak seminar. Kala sma dimana aku diberi kesempatan hijrah diberi kesempatan untuk jadi petinggi d kota jogja jadi penyanyi. Bisa keliling ke Indonesia menapak di tapal batas negara. Masyaallah. Sungguh masa lalu itu teman yang baik.
Layaknya teman, tentunya kadang menyenangkan kadang menyebalkan. Masa lalu pun pasti banyak juga yang menyebalkan. Ntah d jalan ketemu mantan trus ingat masa lalu. Baper deh. Ntah ktmu guru menyebalkan. Ntah kita lewat tempat2 bersejarah bagi kita. Ntah tempat pernah kita kecelakaan atau tempat kita dulu bersenang2 dengan teman. Itulah teman. Dan kita memang dekat sekali dengannya.
Memaknai hari menjelang kelahiran dan masa lalu. Saya punya kenangan yang cukup menyedihkan. Kala itu ulang tahun saya yg ke-19. Saya sudah hijrah lagi kali ini Surabaya. Dan hari itu 28 Februari 2014 haru jumat sekitar pukul 13 ayah saya meninggal. Di hari ulang tahun saya.
Maka setiap ulang tahun saya rayakan pasti teringat jelas bahwa hati itu juga ayah saya wafat.
Maka mohon banget jangan terlalu dieuforiakan ultah saya. Hehehe
Diluar itu ternyata kita masih memiliki masa depan. Ternyata kita masih 20 tahun. Ternyata kita masih punya besok, lusa, minggu depan, bulan depan. Ternyata kita masih punya 10, 20 hingga 50 tahun lagi untuk hidup. Ya diluar takdir kita masing2. Kita masih memiliki kesempatan untuk lebih baik dalam hidup ini. Maneman lah rek cuma sekali kok. Kita masih bisa melakukan banyak hal.
Kita bisa menikah dengan orang yang kita harapkan. Kita bisa berdagang. Berbisnin. Membangun rumah. Jalan-jalan. Punya anak, punya cucu.
Bukankah hidup ini akan bila kita tidak lebih baik dari kemarin.
udah deh gak usah kejebak di masa lalu. gagal move on ntar
Maka selamat menggapai mimpi gaes.
Hiduplah dan bahagialah heheh
Minggu, 21 Februari 2016
Teman dan keluarga
Aku punya difinisi teman sendiri. Kadang aku menempatkan posisi prioritas teman melebihi keluargaku. Simpel saja alasannya, karena keluarga itu pasti bertahan apapun keadaannya. Keluarga pasti ada buat kita. Namun tidak untuk teman. Teman itu harus ada perlakuan khusus mempertahankannya.
Sering ibuk curhat gitu dan beliau menyatakan keiriannya karena aku lebih memilih friend time daripada family time. Ya begitu agak jahat agak durhaka sih. Namun aku tidak pernah kok punya masalah keluarga. Alhamdulillah harmonis.
Masalah teman ya. Aku tak tahu kenapa tapi mereka selalu saja ada untuk melengkapi. Ada ada saja. Seperti kala aku ngekos jauh dengan keluarga, teman menjadi makhluk pertama pemenuh kebutuhan, teman suka duka, dan membuat alur cerita hidup ini begitu istimewa. Sehingga bila diceritakan, akan lebih seru ceritaku dengan temanku dari pada keluargaku.
Semua setuju lah jika kita bisa lebih seru bila bersama teman. Lebih bisa all out lah. Ketewa juga akan lebih lepas bahkan saat sedih bisa lebih terbuka.
Analoginya adalah teman itu adalah teras rumah. sementara keluarga itu kamar tidur. Kau akan bisa lebih nyaman bermain berekspresi bersosialisasi di teras rumah. Bisa melakukan banyak hal. Bahkan bisa melihat keluar rumah lebih leluasa. Sementara keluarga seperti kamar tidur. Kamu nyaman istirahat disana. Kamu memiliki privasi. Kamu lebih hangat disana.
Teman semua adalah teman. Kita punya kenangan karena kita memulai cerita dengan pertemuan dan perkenalan dan menunda cerita itu dengan perpisahan. Tentunya bukan mengakhiri cerita karena kita bisa saja ketenu diwaktu mendatang. Ya semua cerita diakhiri dengan kematian itu pasti. Teman SD teman SMP teman SMA teman Kuliah teman Kampung teman nongkrong dan teman2 yang lain.
Teman hidup itu penting.
Bahkan teman pun bisa menjadi kata kerja. "Menemani". Nah keluarga bisa saja menemai kita dan akhirnya mereka menjadi teman. Bisa bisa bisa
Karena kata teman ini begitu spesial.
Tuhan menciptakan teman ini sebagai pelengkap cerita kehidupan kita di dunia. Tentu teman baik yang bia kita gauli. Supaya berkah. Kalo berkah hidup jadi lancar. Nah temanlah yang melancarkan hidup kita.
Bagiku aku bahagia punya teman2 yang mengenalku. Aku bersyukur dengan Allah dipertemukan dengan mereka. Aku berharap kita bisa bertemu diberikan umur panjang. Karena melihat wajah mereka saja aku sudah bahagia.
Pertemuan itu akan indah setelah perpisahan.
Sering ibuk curhat gitu dan beliau menyatakan keiriannya karena aku lebih memilih friend time daripada family time. Ya begitu agak jahat agak durhaka sih. Namun aku tidak pernah kok punya masalah keluarga. Alhamdulillah harmonis.
Masalah teman ya. Aku tak tahu kenapa tapi mereka selalu saja ada untuk melengkapi. Ada ada saja. Seperti kala aku ngekos jauh dengan keluarga, teman menjadi makhluk pertama pemenuh kebutuhan, teman suka duka, dan membuat alur cerita hidup ini begitu istimewa. Sehingga bila diceritakan, akan lebih seru ceritaku dengan temanku dari pada keluargaku.
Semua setuju lah jika kita bisa lebih seru bila bersama teman. Lebih bisa all out lah. Ketewa juga akan lebih lepas bahkan saat sedih bisa lebih terbuka.
Analoginya adalah teman itu adalah teras rumah. sementara keluarga itu kamar tidur. Kau akan bisa lebih nyaman bermain berekspresi bersosialisasi di teras rumah. Bisa melakukan banyak hal. Bahkan bisa melihat keluar rumah lebih leluasa. Sementara keluarga seperti kamar tidur. Kamu nyaman istirahat disana. Kamu memiliki privasi. Kamu lebih hangat disana.
Teman semua adalah teman. Kita punya kenangan karena kita memulai cerita dengan pertemuan dan perkenalan dan menunda cerita itu dengan perpisahan. Tentunya bukan mengakhiri cerita karena kita bisa saja ketenu diwaktu mendatang. Ya semua cerita diakhiri dengan kematian itu pasti. Teman SD teman SMP teman SMA teman Kuliah teman Kampung teman nongkrong dan teman2 yang lain.
Teman hidup itu penting.
Bahkan teman pun bisa menjadi kata kerja. "Menemani". Nah keluarga bisa saja menemai kita dan akhirnya mereka menjadi teman. Bisa bisa bisa
Karena kata teman ini begitu spesial.
Tuhan menciptakan teman ini sebagai pelengkap cerita kehidupan kita di dunia. Tentu teman baik yang bia kita gauli. Supaya berkah. Kalo berkah hidup jadi lancar. Nah temanlah yang melancarkan hidup kita.
Bagiku aku bahagia punya teman2 yang mengenalku. Aku bersyukur dengan Allah dipertemukan dengan mereka. Aku berharap kita bisa bertemu diberikan umur panjang. Karena melihat wajah mereka saja aku sudah bahagia.
Pertemuan itu akan indah setelah perpisahan.
Jumat, 25 Desember 2015
menampar muka sendiri
pernah menampar diri sendiri?
barusan aku mencobanya.
pertama menampar ringan
peek.
kedua lebih keras
peeeeekkkk
ketiga lebih keraass lagiii
cpleeekkkkk
keempat paling keraaassssss
pluuaaaaaaeeeekkkkkk
kelima (biar ganjil, sunnah) level KDRT
wuaaaaddduuuuuuhhhhhhhhh janc**********
Beda ya ditampar oleh orang lain dengan ditampar oleh diri sendiri. Kalo ditampar orang lain pasti sakit ya? Sakitnya tu di sini (di pipi) sama sakitnya tuh di sini (nunjuk hati). Sebenere saya gak tahu rasa, wong belum pernah. Dan semoga tidak akan pernah. hehehe. Kalo menampar diri sendiri sih kesannya lebih membangunkan diri. Biar bangun dari ngantuk. Biar melek
Bangun berati sadar. Melak itu juga sadar. kenapa harus bangun? Karena masa depan gak bisa kamu raih dengan tidur. Tidur dalam kemunafikan, kemalasan, kealayan, kehedonan, kemaksiatan, dan ke-yang berdosa lainnya.
bangun brooo manas yang gantengnya dipending sama Allah buat di Surga besok.
*agak serius
Kalo temen-temen sering kepo sosmed saya, mungkin pernah ya saya posting ini
"Pohon plastik di rumah saya mati karena saya tidak berpura-pura menyiramnya"
Kalimat tersebut saya kutip dari tulisannya Pak Rhenald Kasali, begitu menampar saya. Membuat melek. Memaksa saya untuk bergegas untuk bangun teru ngolet sejenak dan berpikir. Berpikir serius.
Ibaratkan begini, kamu pengen punya pohon dan pengen sekali berkegiatan merawatnya seperti menyiram memberi pupuk.Tapi kondisimu sekarang tidak akan memungkinkanmu untuk memiliki pohon tersebet. Dan saking ngebetnya dan kepengennya akhirnya kamu memaksakan diri untuk membeli pohon plastik yang murah. Sok-sokan punya ceritanya. Biar terlihat lebih meyakinkan akhirnya kamu menyiramnya layaknya pohon betulan. Dan dibebarapa kesempatan kamu akan mengandai-andai bahwa pohonmu mati karena kamu lupa menyram dsb. Terus baper begitulah.
Remaja kekinian.sering kali terjebak dengan kepura-puraan. Lha wong belum bisa apa-apa kok sok bisa. Belum kaya kok pengn beli macam-macam. Belum berkarya untuk lingkungan sekitar kok mau berkarya buat negara. Cobalah tengok dirimu generasi wacana.
http://www.jawapos.com/read/2015/10/19/7550/generasi-wacana/1
Kembali saya menampar diri ini dengan segala wacana yang ada yang katanya mimpinya pengen jadi Bupati Magelang tapi mana perjuangannya. Malah sekarang sedang curhat di blog nulis yang gak ada progresnya dan nantinya bakal memfosil menjadi tulisan yang percuma. Lihat lah kawan-kawanmu di magelang sudah bergerak semua. LHA KOEN LAPO AE LEE?? KULAIHMU LEE.. AMANAHMU LEE
Ya benar banyak harapan kita kalo kita tidak serius dan mengejarnya dengan cerdas maka harapan kita akan menjadi kosong kan ya?
Contohnya saya punya mimpi ditahun 2015 kemaren punya tabungan haji. Setidaknya dengan uang beasiswa yang didapat perbulan 100rb bisa lah untuk menabung. Tapi ya cuma jadi wacana saja. Gak berhemat. Jajan banyak. Boros. Dan sampek detik inipun tak tercapai. Akhirnya ya pohon plastik mati. Emang pohon plastik bisa mati?
Saya ada solusi sih, tapi hawanya masih kurang ngeh. Masih kurang untuk bangkit. Harus di AYO AYO AYO dulu sama kawan-kawan. Harus disemangati lagi. Harus nyari motivasi lagi untuk bangkit. Bulan lalu Alhamdulillah sekali sama Allah dikasih kesempatan bertemu Ricky Elson. (gak tahu? cari sendiri ya). Dengan kerendahan hati beliau dengan kemampuan yang dimilikinya dia bangun Indonesia ini dengan kemampuannya. Dengan cintanya. Walau tersendat dengan Mobil listriknya ia tetap berkarya dan mengabdikan diri langsung di beberapa daerah terpencil yang belum ada listrik. Walaupun dicaci sana sini lah tapi karena cintanya yang besar kepada Indonesia sehingga ada sebuah daerah bisa mendapatkan listrik dari karyanya.
Ada dua kunci yang bisa kita jadikan titik balik. NIAT dan CINTA.
BISMILLAH MANTAPKAN DIRI MARI BERUBAH. JANGAN JADI GENERASI WACANA.
KALO MULAI NGANTUK MARI MENAMPAR DIRI

barusan aku mencobanya.
pertama menampar ringan
peek.
kedua lebih keras
peeeeekkkk
ketiga lebih keraass lagiii
cpleeekkkkk
keempat paling keraaassssss
pluuaaaaaaeeeekkkkkk
kelima (biar ganjil, sunnah) level KDRT
wuaaaaddduuuuuuhhhhhhhhh janc**********
Beda ya ditampar oleh orang lain dengan ditampar oleh diri sendiri. Kalo ditampar orang lain pasti sakit ya? Sakitnya tu di sini (di pipi) sama sakitnya tuh di sini (nunjuk hati). Sebenere saya gak tahu rasa, wong belum pernah. Dan semoga tidak akan pernah. hehehe. Kalo menampar diri sendiri sih kesannya lebih membangunkan diri. Biar bangun dari ngantuk. Biar melek
Bangun berati sadar. Melak itu juga sadar. kenapa harus bangun? Karena masa depan gak bisa kamu raih dengan tidur. Tidur dalam kemunafikan, kemalasan, kealayan, kehedonan, kemaksiatan, dan ke-yang berdosa lainnya.
bangun brooo manas yang gantengnya dipending sama Allah buat di Surga besok.
*agak serius
Kalo temen-temen sering kepo sosmed saya, mungkin pernah ya saya posting ini
"Pohon plastik di rumah saya mati karena saya tidak berpura-pura menyiramnya"
Kalimat tersebut saya kutip dari tulisannya Pak Rhenald Kasali, begitu menampar saya. Membuat melek. Memaksa saya untuk bergegas untuk bangun teru ngolet sejenak dan berpikir. Berpikir serius.
Ibaratkan begini, kamu pengen punya pohon dan pengen sekali berkegiatan merawatnya seperti menyiram memberi pupuk.Tapi kondisimu sekarang tidak akan memungkinkanmu untuk memiliki pohon tersebet. Dan saking ngebetnya dan kepengennya akhirnya kamu memaksakan diri untuk membeli pohon plastik yang murah. Sok-sokan punya ceritanya. Biar terlihat lebih meyakinkan akhirnya kamu menyiramnya layaknya pohon betulan. Dan dibebarapa kesempatan kamu akan mengandai-andai bahwa pohonmu mati karena kamu lupa menyram dsb. Terus baper begitulah.
Remaja kekinian.sering kali terjebak dengan kepura-puraan. Lha wong belum bisa apa-apa kok sok bisa. Belum kaya kok pengn beli macam-macam. Belum berkarya untuk lingkungan sekitar kok mau berkarya buat negara. Cobalah tengok dirimu generasi wacana.
http://www.jawapos.com/read/2015/10/19/7550/generasi-wacana/1
Kembali saya menampar diri ini dengan segala wacana yang ada yang katanya mimpinya pengen jadi Bupati Magelang tapi mana perjuangannya. Malah sekarang sedang curhat di blog nulis yang gak ada progresnya dan nantinya bakal memfosil menjadi tulisan yang percuma. Lihat lah kawan-kawanmu di magelang sudah bergerak semua. LHA KOEN LAPO AE LEE?? KULAIHMU LEE.. AMANAHMU LEE
Ya benar banyak harapan kita kalo kita tidak serius dan mengejarnya dengan cerdas maka harapan kita akan menjadi kosong kan ya?
Contohnya saya punya mimpi ditahun 2015 kemaren punya tabungan haji. Setidaknya dengan uang beasiswa yang didapat perbulan 100rb bisa lah untuk menabung. Tapi ya cuma jadi wacana saja. Gak berhemat. Jajan banyak. Boros. Dan sampek detik inipun tak tercapai. Akhirnya ya pohon plastik mati. Emang pohon plastik bisa mati?
Saya ada solusi sih, tapi hawanya masih kurang ngeh. Masih kurang untuk bangkit. Harus di AYO AYO AYO dulu sama kawan-kawan. Harus disemangati lagi. Harus nyari motivasi lagi untuk bangkit. Bulan lalu Alhamdulillah sekali sama Allah dikasih kesempatan bertemu Ricky Elson. (gak tahu? cari sendiri ya). Dengan kerendahan hati beliau dengan kemampuan yang dimilikinya dia bangun Indonesia ini dengan kemampuannya. Dengan cintanya. Walau tersendat dengan Mobil listriknya ia tetap berkarya dan mengabdikan diri langsung di beberapa daerah terpencil yang belum ada listrik. Walaupun dicaci sana sini lah tapi karena cintanya yang besar kepada Indonesia sehingga ada sebuah daerah bisa mendapatkan listrik dari karyanya.
Ada dua kunci yang bisa kita jadikan titik balik. NIAT dan CINTA.
““Innamal A’malu Binniat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa. Famankana Hijratuhu illallah Wa Rasulihi Fahijratuhu Illallah Wa Rasulihi. Wa Mankanat Hijratuhu liddunya Yushibuha Au Imraatu Yankikhuha Fahijratuhu Ila ma Hajara Ilaihi”
(Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai dengan niat dan segala perkara itu tergantung apa yang diniatkan. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan rasulNya Maka hijrahnya untuk Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa hijrahnya karena urusan dunia atau wanita untuk dinikahi maka hijrahnya untuk apa yang telah dihijrahinya tersebut)”
maka perbaiki niat bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini semata-mata untuk Allah.BISMILLAH MANTAPKAN DIRI MARI BERUBAH. JANGAN JADI GENERASI WACANA.
KALO MULAI NGANTUK MARI MENAMPAR DIRI
Minggu, 13 Desember 2015
Aku dan Motorku Si Bleduk
Ini
adalah kisah ku dan motorku. Ya sesuai judulnya hehehe. Motorku honda blade. Ya
bladuk merupakan plesedan dari blade itu sendiri. Filosofi lainya ialah karena
motor ini sangat sering berdebu. Bleduk dalam bahasa jawa artinya berdebu. Maka
cocoklah bleduk ini disematkan kepada motorku ini. Dan kalian tahu, aku sangat
suka dengan motor ini. Sudah seperti sahabat sendiri. Walaupun benda mati, aku
mencintainya. Dan aku merasakan cinta si bladuk dari performanya yang selalu
ciamik dan juga menemaniku kemana saja dalam suka maupun duka. Bahkan hingga
detik ini.
Awal
pertemuan kami, ketika itu mendekati ulang tahunku yang ke 16 tahun. Sekitar semester
genap waktu kelas 10. Ya sengaja dibelikan oleh orang tua agar mobilitas ku
mudah. Jogja-magelang. Kala itu sudah punya SIM sih, karena nembak. Eheheh cie
nembak. Ketika itu hari sabtu lupa tanggalnya pokoknya hari senin itu ulang tahunku.
Nah hari sabtu (sebelum senin) setelah pulang sekolah aku disuruh pulang ke
Magelang oleh ibuku. Maka setelah eksul pramuka aku langsung cabut bersama
kawan-kawan yang juga dari berasal dari Magelang. Rombongan deh ceritanya.
Sampai dirumah
sekitar bada isya aku sampai rumah orang tuaku di Muntilan, Magelang. Kumasukan
motor supra fit yang dulu kupakai sebelum bersama si Bladuk ini.Dan Aku melihat
sosok motor dengan bentuk yang keren. Warnanya merah dengan No POL AA 6853 VK.
Honda blade 110cc keluaran 2009. Akupun tanya ke ibuku, “motore sinten niki
buk?” (padahal tanyanya pake bahasa jawa ngoko atau bahasa jawa yang biasa
bukan krama halus, biar kelihatan anak sholeh). Aku berharap motor ini punya
keluarga saya, lumayanlah bentuknya kece heheheh. Ibuk menjawab “nggone
tetangga le”. Oalah kirain, ya sudah deh. Akhirnya aku makan trus tidur.
Hari minggu
kulewati seperti anak kecil. Nonton kartun. Nglontang nglantung dirumah bak
pengangguran yang bingung mau mengerjakan apa. Siang pun berlalu, aku mandi dan
bersiap untuk ke Jogja merantau lagi untuk ngilmu. Sorepun datang aku siap
untuk pergi. Pamit ke ibuk dan bapak. Terus dikasihkan kunci dengan bentuk yang
berbeda. Bukan kunci supra fit. Tapi kunci Honda yang baru dan juga STNK blade.
Terkejut iya lah. Seneng lah. Tapi ya biar tetep stay cool aku mencoba biasa
aja. Sambil senyum-senyum dikit gitu hehehe. TERIMA KASIH BABE IBUK. Akupun cus
ke jogja dengan NEW STYLE.
Hari-hari
kulewati dengan si bladuk yang masih orisinil. Kupakai untuk jalan-jalan
mengelilingi jogja, ketika aktif di PMI kota dan juga di Pramuka Saka Bahari
kota Jogja. Bladuk mengantarku sehingga aku hapal betul seluk beluk kota jogja.
Walaupun 110 cc aku pikir motor ini terhitung cepat dan lincah. Cocok bgt deh
dengan bentuk tubuh saya yang kurus waktu itu. namanya juga jodoh.
Si Bladuk
mulai berubah ketika teman-teman di aliyah mulai terjangkit virus touring.
Penyebabnya satu teman kami, Khanif Novianto. Gara-gara dia aku juga tertarik
di dunia per-touringan hingga modif motor. Aawalnya ya ngganti lampu, masang
klakson, masang box yang biasa disebut orang awam krombong makanan, masang
stiker pernak-pernik, hingga membedel knalpot agar suaranya keras. Brum brum
brum. Hehehe. Teman-teman pun juga melakukan sama tapi ya mereka lebih modal. Aku
sering diberi oleh teman yang bekas trus kupakai. Seperti jaket touring aku
dapat dari hanif, box dari mas sunar kudapat dengan harga yang sangat miring,
klakson dari rully dan barang-barang lainnya. Pun berlanjut kami membuat club
touring di sekolah. Juga gabung klub touring di Jogja sesuai jenis motor
masng-masing.
Pernah kala
itu ketika kami kelas 2 kami touring sampai kediri, silaturahmi ke Pare tempat
Les bahasa Inggris kami dulu. Waktu itu kakak kelas kami sedang UN jadi kami
dan kelas 10 libur. Nah malam senin tiba-tiba hanip sms ke aku nyletuk pengen
ke kediri. Aku iyakan deh. Akhirnya ngajak rully dan hasan untuk ikut. Malamnya
aku izin bapak dan dibolehkan hehehe (ceritanya mekso sih mbujuk rayu). Malam itu
pun diputuskan kami berempat berangkat kekediri. Ndadak banget, tapi justru itu
yang seru. Paginya kami kumpul di sekolah. Persiapan beli ini itu, mempelajari
peta, persiapan snek dan berdoa. Sebelunya sih kita udah touring kecil-kecilan
dari gunung kidul hingga kebumen. Jadinya sudah lumayan biasa.
Jam 9 kami
berangkat. Perjalanan sampai klaten cukup lancar tapi ternyata skrup platku
ternyata kendor akhirnya kami merapat untuk memperbaiki. Baru awal ada
halangan. Tapi lanjuttt. Sampai solo kami cukup dibingungkan dengan banyak
jalan yang searah. Bahkan kami hampir salah jalan dimana jalan itu menuju
karang anyar. Ya akhirnya tanya deh. Gak lucukan touring kesasar hehehe. Sampai
seragen jam 11 kami ke rumah rekan kami di aliyah, Triana nur Baity namanya. Rumahnya
di Gemolong sragen. Rumahnya di pinggir masjid. Akhirnya kami mampir untuk
istirahat dan silaturahmi sekaligus minta sangu jajan hehehe. Jam 11.30an kami
berangkat lagi. Setelah Sragentina terklihat gapura Selamat datang di Jawa
Timur. Kamipun tambah semangat dan memacu gas motor lebih kencang. Sampai dingawi
suasanna lumayan sejuk. Pohon dikanan kiri namun bisa sangat cepat. Sering kami
di salip bisa yang ugal-ugalan. Rasanya ingin sekali “mbandem bis itu”. tapi
tak tega da kami melanjutkan perjalanan lebih berhati-hati. Setelah jembatan
kertosono. Kami belok kanan dan menuruti plang kediri ke kanan. Kami pun makin
bergairah dan semakin kencang. Singkat cerita kami tiba di Pare pukul 3.
Sampai disana
kami langsung menuju tempat les-lesan FEE Center bertemu dengan tentor kami
dulu langsung di jamu luar biasa enak. Menyingkat cerita lagi kami ditawari
menginap amun teman kami rully ada urusan maka jam 21.00 kami pulang ke Jogja.
Perjalanan malam
lebih kencang karena jalan lumayan sepi. Klakson kami sering bunyikan untuk
membuka jalan. Dengan pernak pernik touring serta rompi yang menyala membuat
perjalanan lancar. Kecuali dengan bis. Sampai di ngawi ternyata rantai saya
putus sekitar pukul 1.20 dini hari. Dan untungnya hanip membawa tali pramuka di
box-nya. Kemudian ditarklah motorku. 110 meter kemudian ada bengel. Rantai di
sambung kembali dan gassss. Insiden selanjutnya hasan kehabisan bensin karena
indikator penunjuk bensin eror. Kembali kami muter2 nyari rumah yang jualan
bensin. Kami mengetuk pintu pada dini hari mengganggu orang tidur heheh. Tapi tidak
apa rejeki yang jualan bensin.
Menyingkat cerita
kembali hujan mendera kami. Bahkan sampai prambanan kami nyupir dengan posisi
tertidur. Lumayan jauh tidur sambil moorannya dan untungnya sepi. Sampailah kami
di masjid sekolah pukul 03.00. dan kami tertidur di masjid sekolah.
Begitulah nasib
si bleduk. Telah melewati perjalanan luar biasa dengan ku. Menambah ke-intiman
kami. Sekarang kami berada di Surabaya. Sering aku pulang menaiki dia. Tak jarang
pula kutinggalkan dia di surabaya.
Dulu saat
zamannya teledor, kunci motor sampe nduplikat 7 kali. Pernah juga jatuh 2 kali.
Ban sobek 1 kali. Namun bladuk tidak pernah mengeluh dengan kondisinya. Dia selalu
berperforma luarbiasa. Heran saja motor 110 cc minim modifan tapi ya larinya
kencang juga.
Namun kuliah
ini aku jarang bersama bladukku ini. Karena aku sering ngontel kalo kuliah. Mungkin
jika ada takziah atau main bareng temen sampe luar kota barulah budaallll. Inilah
aku dan motorku dengan sejuta cerita cinta kami. Gak tahu kenapa dia betah
dengan ku jarang rewel walaupun servise sering telat hehehehe.
Allahdulillah
terima kasih Tuhan atas rezekimu mempertemukanku dengan motorku ini. Semoga sampai
aku mati motor itu tetap bisa menyala dan brum brum brum kelilng jawa.
Thx bleduk atas
beribu-ribu kilometernya.
Sabtu, 05 Desember 2015
temanku dunia mayaku
Hari ini 5 Desember 2015.
Malam minggu
Aku merasa kesepian
Sudah hampir 6 bulan aku tidak balik ke kampung halamanku.
Tempat dimana kamu tak akan kesepian, karena semua nyata.
Sementara disini aku punya teman.
Tapi teman tidak nyata.
Di Line aku punya teman sekitar 670 dan 30an grup.
Tapi tidak ada yang bersama disampingku sekarang
Di WA aku punya banyak grup yang tentu lebih aktif.
Mungkin sekitar 100 orang. Tapi tidak ada yang aku bisa ajak
pergi hang-out
Di facebook aku hampir punya teman 4000.
Tapi tak ada satupun yang akan memahami maksud status bila
aku tulis “sendiri”
Mungkin mereka akan nge-like saja
Aku kembali bertanya aku hidup di dunia apa ini?
Dunia nyata tapi tak semuanya benar nyata.
Kebahagiaanpun bebas di share dan apresiasi Cuma sebatas
jempol.
Dan apakah kangenmu kepada seorang akan hilang dengan kamu
hanya lihat profilnya atau chat?
Kalian tahan dengan semua ini?
Aku tidak
Senin, 23 November 2015
BERUBAH NOL DERAJAT
Sudah 3 bulan ini aku agaknya aku merasa terjadi kemerosotan
yang luar biasa dalam hidup sekarang ini. Izinkan sedikit beralay, bahkan aku
tak layak disebut manusia. Kenapa? Bayangkan saja sebuah palu. Tugasnya adalah
memukul paku. Tapi bilamana ia digunakan untuk lainnya dan yang tidak
semestinya, misal untuk memukul manusia, jatuhnya akan menjadi kejahatan. Maka nilau
palu tersebut akan menjadi alat kejahatan, bukan palu. Perspektif sekali.
Sama seperti diri ini, sepertinya hidup ini sudah mulai
melenceng. Siudah keluar dari zonakebenaran sejati. Menuju sesat. Manusia
sholeh pun tak lagi di depan mata. Banyak sekali dosa-dosa yang menjadikan
hidup ini begitu sulit, begitu peli. Sedih selalu menghantui Gundah gulana
selalu mengganggu hati. Galau rasanya. Futur handang. Putus asa terhadap masa
depan. Takut. Merasakan hati ini behitu tidak enak. Hidup sangat tidak nikmat.
Hati yang tak beres berati semua tak beres. YAPS. HIDUPKU
KACAU MAXIMAL.
Aku merasa dihambat banyak hal. Langkahku sepertinya
diganggu oleh dosa-dosa. Ibadahku dikaburkan oleh hutang, rasa dengki, iri
hati, sombong, takafur. Semangatku diganjal oleh kemalaman. Hingga setan yang
terkutuk mencoba menghalangi diriku dari Engkau Ya Allah.
Padahal saat SMP sampai Aliyah (SMA) hidupku begitu istimewa
dan aku sangat menikmatinya. Aku bahkan merasa terlahir sebagai manusia
pilihan. Hidupku begitu sempurna dan mimpi-mimpiku semua tercapai. Aku bisa
menjadi petinggi organisasi tingkat daerah, bisa mengikuti kegiatan nasional
bahkan sampai pergi ke tapal batas NKRI, punya grup nasyid acapella dan
manggung dimana-mana, juga paling penting adalah masuk ke jurusan dan institut
yang sangat aku inginkan.
Namun benarlah pepatah yang dulu tak kupercayai. Hidup ini
seperti roda, kadang di atas dan kadang di bawah. Mungkin hidupku sedang di
bawah terkena tai kucing pula plus banya boco terkena paku payung. Mungkin juga
seperti gelombang dimana posisiku di bawah garis X yaitu minus.
Kenapa bisa begitu. Bismillah akan ku analisa dan uraikan dosa-dosa
yang menyebabkan hidupku kacau seperti ini
1. 1. Hutang
Kuceriatakan padamu sejak masuk dunia
kuliah, aku mulai terbelit dengan hutang. Hutang sedikit, hutang sedikit,
hutang sedikit hutang sedikit dan lagi hutang sedikit hingga menjadi bukit. Aku
terilit hutang besar. Untuk seorang diriku dan dengan kondisi ekonomi redah,
hutangku terhitung sangat besar dan tak wajar. Tentu kalian paham sekali
masalah perhutangan dari sudut pandang Islam. Silakan didalami sendiri. Yang jelas
menakutkan. JANGAN BERHUTANG dan SEGERA BAYAR HUTANG.
2. 2. Maksiat
Ini aib terbesarku. Aku tidak akan
menyembunyikannya bahwa aku juga pernah melihat hal-halnya tidak senonoh bahkan
bersifat porno. Terutama terjadi saat kondisi down, motivasi sedang low. Ricky Elson
(pelopor mobil listrik nasional) berkata dalam kuliah tamu yang saya ikuti. Ketika
motivasi turun, maka moralitas juga akan menurun. Yaps benar mataku jelalatan. Tiap
kali membahas ini, aku merasa paling berdosa kepada Almarhum Ayahku.
3. 3. Malas
Semua orang mengalaminya. Malas terjadi
saat kondisi begitu tak mendukung. Banyak faktor surut. Dimana moodnya sedang
tidak bagus, kesehatan mungkin terganggu, dan motivasi sedang down. Smua orang
mengalami ini, jadi aku tak merasa sendirian. Tapi malasku ini malas yang
parah. Sering menyepelekan. Akhirnya jika sudah mentok, pasrah dengan apa yang
akan terjadi. “ah sudahlah”. “biarlah”. Apalagi menyangkut tugas kuliah. Malas ini
membuatku mengulang sebuah mata kuliah yang isinya tugas besar (satu tugas
dikerjakan satu semester) sebanyak 3 kali. Mungkin besok akan mengulang 4 kali
karena malas ini. Itu bisa ditolelir lah. Maklum. Tapi bagaimana jika malas
ibadah? Kadang saat di masjid kampus atau saat keramaian gitu bisa saja
ibadahnya jadi bagus, jadi rajin gitu. Tapi pas dikontrakan pas sepi kok malas
yaw. Itu bahaya banget kan. Tentu kalian paham deh tentang dalil-dalilnya. Kini
aku mulai malu
4. 4. Boros
Soal masalah makan, aku bis saja
menghamburkn uang. Tujuh puluh ribu bisa saja habis dalam 2 hari Cuma karena
makan. Nafsulah akhirnya yang harus ditinjau. Nafsu tak terkendali hasilnya
akan merugikan. Jadi boros dan itu rugi besar. Sedekah jadi tidak lancar, bayar
hutang tertunda dan masa depan suram.
5. 5. Lamban
Inilah yang diajarkan Ayahku. Gerak cepat,
sat set sat set. Semasa kami masih sering bersama dalam satu atap –mungkin dari
kecil sampai smp- beliau mengajarkan untuk peka untuk gercep untuk kerjakan
detik itu juga untu tepat waktu, ontime, adzan segera sholat, lihat sampah
segera dibuang, lihat tempat sampah penuh segera buang, lihat baju kotor
berserakan segera pungut taruh dicucian, lihat cucian menumpuk segera di cuci,
bayar ini itu segera di bayar. Tapi aku tak mengamalkannya. Baru ngeh banget efeknya
setelah kehilangan beliau. Sekarang semua tanggungan yang ditunda-tunda itu
beranak pinak.
6. 6. IRI HATI
Saya gak mau cerita ini, malu
Itulah analisa dosa-dosa yang membuat hidup ini kacau. Mungkin
masih banyak lagi. Kalu memang dalam sudut pandang islam memang sangat
menghambat kelancaran hidup manusia terutama dalam mengabdi kepada Tuhan. Aku tahu
itu, aku paham sekali karena sudah kudalami. Yang sulit itu mengamalkannya. Aku
bisa saja berhenti menulis ini pada kalimat ini saja. Tapi itu tak akan merubah
apa-apa. Mungkin aku akan menulis perubahan apa saja yang akan aku lakukan. Tapi
kalau tilisan ini tak ku amalkan buat apa aku menulis ini. Hanya buang-buang
waktu saja. “tulisan tetap saja tulisan”
Maka akan ku hidupkan tulisanku ini. BAIKLAH, detik ini aku
akan berubah, akan ku songsong masa depan dengan semangat. Akan kutantang ujian
dengan usaha. Kalu jatuh bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lag jatuh lagi
bangkit lagi. Akan kulakukan perubahan besar. Perubahan yang hakiki dan kembali
menjadi manusia sejati. Tentu tujuanku adalah berubah sejauh 180 derajat untuk
menjadi manusia sholeh yang semestinya. Dan akan lenjut sejauh 360 derajat
untuk kembai bahwa diri ini adalah makhluk biasa , manusia yang rendah. Hamba yang
nol tak berdaya. Agar selalu memuja Allah SWT.
Maka saksikanlah inilah perubahan keculku. Perubahan yang
akan mewakili tiap derajat menuju 180 derajat dan 360 derajat.
1. 1. Perbaiki hubungan dengan Allah SWT
Simpel saja. Melaksanakan perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya. Beribadah dengan sungguh. Wajib yang kokoh. Perbanyak sunnah.
Ikhlas terhadap ujian, bersyukur dengan karunia, sabar terhadap cobaan. Dan berdoa
khusyuk kepada-Nya. Revolusi Iman.
2. 2. Perbaiki hubungan dengan Makhluk Allah
Mulanya keluarga dahulu, sering tanya kabar
ibuk dan adek dirumah. Menyiapkan kepulangan agar bisa silaturahmi di rumah. Kemudian
dengan saudara-saudara. Datangi rumahnya agar banyak doa. Hehe. Kemuadian dengan
semua temanku. Apabila kalian membaca ini tolong ya maafkan diriku ini. Ya seperti
inilah Manas Zulfikar. Tolong maklumi ya. Kita sama-sama mendoakan ya agar
kelak kita sukses bareng. Terima kasih telah mau menjadi temanku melengkapi
hidupku kawan. Insyaallah aku akan lebih ramah, bersahaja seperti yang telah
dipaparkan di dasa darma pramuka. Dengan guru-guru dan dosen-dosen agar selalu
diberi kesehatan dan keselamatan.
3. 3. Beresin kamar dan kontrakan
Maklum saja yah jika kamar cowok itu kotor
dan kemproh. Tapi tidak mulai sekarang. Kamar baik akan menghasilkan pikiran
dan karakter yang baik
4. 4. Susun perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
Buat sebuar perenungan kecil kalau mampu
tulis deh tiap kegiatan yang akan, sedang dan telah dilakukan sehingga
meminimalisir kesalahan gitu.
5. 5. Rangkai kembali puzle mimpi
Puzle mimpimu berantakan. Rangkailah lagi
dan gapai mimpi itu yang telah kamu buat dan sempat teracak kadul dengan
penghambat-penghambat itu. railah kembali.
MEMBANGUN KABUPATEN MAGELANG :D
Maka dengan teori S=W/F dimana perpindahan
itu usaha dibagi dengan gaya,. Maka perbesarlah usaha dan jangan banyak
bergaya. Karena Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali mereka merubahnya
sendiri. Dan inilah kata mutiaraku sebagai perinsip hidup “Tidak ada yang tidak
bisa, yang ada hanya tidak mau”.
Surabaya 23 November 2015
15.00 di Sekretariat KSE ITS
Yang mau berubah
MANAS ZULFIKAR
Untuk Allah, Ayah dan Hidup ini
![]() |
| Cuplikan dari Anime One Punch Man, kata-kata dari saitama sensi. dia berubah menjadi paling kuat karena usahanya |
Langganan:
Postingan (Atom)


