Sabtu, 24 Oktober 2015

SOSMED ASIK UGA

Malam ini di surabaya dingin sekali, (ya iyalah orang di ruang ber-ac). Padahal ini malam minggu. Apalagi di kampus lagi ada konser ceritanya, bintang tamunya Samy Simorangkir, eks Kerispatih. Lengkap noh yang Malmingnya.. heheheh

Tapi tak untuk diri GUA. Ya masih berjibaku dengan amanah dan tugas yang (ahsudahlah).ITU

Galau galau jenuh jenuh, mbuka hape notif apalah, grup grup sik bejibun gak karuan. mbuletake urip. ITU ITU saja yang ada dalam hidup ini dipenuhi dengan retorika sosial media. Tentu sering saya berpikir bahwa ya ini adalah hal yang sangat merugikan ya. Sosial media membuat orang lebih gimana gitu, ya menjauhkan yang dekat. Ngobrol langsung jarang. Ya gimana gitu. menyebalkan saja.

Tapi tak untuk MALAM INI. seperti tulisan yang dulu banget tak tulis http://manaszulfikar.blogspot.co.id/2014/10/kepo-menginspirasi-arek-mayoga.html

kayaknya surfing-surfing sambil kepo seru nih apalagi gak bisa tidur. niatnya ya nostalgia deh.. heheh refresh dah

kubuka postinga waktu 2008. awal-awal punya facebook
beeehhh NJIJIKI.. 

aQuH G4LaU M4Lm1n9 9k aDhaH eAn9 n3meN1

yang ngelike ya baru 2 lah, emang FB blum laku zaman itu..

naik ke zaman 2010 SMA. ZAMANNYA Kamera beralih dari VGA ke 2 MP.. nah zamane foto-foto resolusi kecil...
foto kotak gayane unyu-unyu entut berut..
zamnnya GONDES dan MENDES meraja lela sebelum CABE-CABEAN di tahun 2012-an
Zaman foto pake KAMERA LAPTOP dimana SELFIE blum DIKENAL.
blum ada tongsis..

disitu sih letak kangennya..
YA KANGENNYA TUH DISINI.
foto-foto yang membangkitkan memori, menggugah semangat lagi karena mengingatkan bahwa masa itu masa yang Penuh cerita, MASA MUDA.. keren....

sebenerya itu saja sih sik mau tak tulis.. RADA GAJE SIH heheh gapapa. seru seruan ajaa hehe
ya intinya habis mbuka-mbuka memori lama lewat facebook sih.. heheh turs di LIKE-LIKE biar pada inget deh hehehe
sekian ya DOAKAN YA biar kita bisa masuk surga ALLAH bareng-bareng..

Ruang Eks Rektorat ITK
BAAK ITS LT3.
SABTU 24 Oktober 2015
23:57

Jumat, 09 Oktober 2015

sholat sempurna walaupun kamu tak sempurna

Subuh itu udara di Surabaya tak seperti biasanya. Dengan tumbennya dinginnya tidak terlalu membuat badan menggilgil. Bisa dibilang sejuk, tapi sejuk yang membuat semangat dan bahagia. Ya mungkin karena suana Ramadhan yang mendukung. Gelapnya waktu itupun tidak seperti gelapnya subuh pada biasanya. Gelapnya romantis. Kalo di film cinta mungkin seperti adegan saat dua remaja menyatakan cinta di malam hari, atau pasangan yang sedang dinner di restoran yang modelnya outdoor malam-malam gitu, bintang-bintang bertaburan, dan ada bintang jatuh trus kita mengharapkan sesuatu deh. Apalah itu pokoknya suasanyanya memang romantis, menyenangkan, membahagiakan, dan eksotis. Kemungkinan paling benar ya, Allah SWT sedang memberikan anugrah dan karunianya sehingga bisa dirasakan kecintaan-Nya kepada semua makhluknya. Cieee Alhamdulillah......
            Pembukaan yang cukup panjang memang karena itu begitu spesial, seperti biasa, kalo sholat subuh berjamaah di Masjid dekat dengan kontrakanku, ada pemandangan yang luar biasa. Ada sesosok yang selalu ada di tiap waktu sholat. Beliau adalah orang yang paling semangat dalam sholatnya. Beliau pula saya rasa yang paling ikhlas dan khusyuk dalam sholatnya. Kenapa saya bilang begitu. Karena beliau terlihat lumpuh. Iya lumpuh. Terlihat kaki sebelah kanannya kurang bisa digerakan dengan baik. Saya tidak tahu namanya dan belum berani mengobrol. Dulunya beliau menggunakan tongkat dengan penyangga berkaki tiga. Namun, sekarang beliau sudah tidak memakai alat bantu tersebut. Tangan kanannya sama sekali tidak bisa digerakan. Hipotesa tidak ilmiah saya menyakatan bahwa beliau pernah mengalami penyakit stroke. Namun kemungkinan lain bisa saja. Subhanallah.
            Beliau selalu ada di masjid sebelum adzan berkumandang. Jarang sekali beliau datang saat antara adzan dan iqomah. Ya satu dua kali pernahlah. Semoga langkah beliau selalu menjadi pahala dari Allah SWT. Iseng-iseng saya mengawali diri untuk datang ke masjid lebih awal. Dalam datangnya ke masjid terlihat beliau berdzikir. Setelah sampai shof terdepan dengan jalan yang tertatih-tatih, beliau memulai sholat sunnahnya. Karena tangan kanan beliau tidak bisa digerakan, saat takbiratul ikhram beliau mengangkat tangan kanannya dengan menggunakan tangan kirinya. Setelah itu tangan kanannya didekapnya didadanya dan ditahan dengan menggunakan tangan kirinya. Padahal kan semestinya tangan kanan yang memegang tangan kiri. Tapi Islam agama yang tidak menyulitkan namun tidak boleh dipermudah. Usaha beliau saya nilai merupakan keringanan dalam sholat. Waallahualam. Saat akan rukuk tangan kirinya dilepas dan tangan kanannya jatuh dengan sendirinya bergelantungan. Rukunya kurang sempurna. Ya maklum badan tua dan tangan yang ditaruh d lututnya hanya satu. Agak kesulitan. Sujudnya pun juga ikut kesulitan. Tangan kanannya harus di gerakan oleh tangan kirinya sedemikian rupa untuk mengikuti gerakan sholat seperti normalnya. Bahkan saat tasyahud akhir, tangannya harus diletakan di pahanya oleh tangan kirinya. Telunjuknya tidak bisa diacungkan. Sungguh kolaborasi tangan yang mengharukan.

            Melihat sholat beliau jadi memancing imajinasi saya untuk membayangkan bagaimanan keseharian beliau. Bagaimana beliau makan dengan tangan kanannya. Bagaimana beliau menulis dengan tangannya. Bagaimana beliau mengegas motornya. Bagaimana beliau mengoperasikan handphone-nya. Dan pertanyaan “bagaimana beliau” yang lainnya. Untuk direnungkan sendiri saja kalo kita tangannya cacat bagaimana, kalo tidak punya tangan gimana? Masih gak mau bersyukur? Semoga Allah SWT melindungi kita. Amin.